
PENAJAM PASER UTARA – Seorang nelayan asal Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang sempat dilaporkan hilang setelah tidak kembali dari melaut, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Selasa malam (16/6/2026).
Nelayan tersebut, Lukman (55), diketahui berangkat melaut seorang diri pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 17.00 WITA untuk mencari udang di perairan sekitar Desa Api-Api menggunakan perahu kayu miliknya.
Namun hingga keesokan harinya, Lukman tak kunjung pulang. Kondisi itu membuat pihak keluarga mulai khawatir, terlebih pria yang sehari-hari mencari udang dengan jaring dogol tersebut tidak membawa telepon genggam saat melaut.
Laporan mengenai hilangnya Lukman kemudian disampaikan keluarga kepada aparat pada Selasa sore. Keponakan korban, Asri (23), mengungkapkan bahwa pamannya biasanya sudah kembali ke rumah pada pagi hari setelah melaut.
“Kami mulai cemas karena sampai sore belum ada kabar sama sekali,” ujarnya.
Kekhawatiran keluarga semakin bertambah karena perahu yang digunakan korban diketahui mengalami kebocoran pada bagian lambung. Saat berada di laut, Lukman biasanya harus menimba air yang masuk ke dalam perahu agar tetap dapat berlayar dengan aman.
Meski demikian, Lukman dikenal sebagai nelayan berpengalaman. Bahkan pada tahun lalu, ia pernah mengalami kejadian serupa dan baru kembali ke daratan setelah dua hari berada di laut akibat jaringnya tersangkut di dasar perairan.
Titik terang pencarian muncul sekitar pukul 19.00 WITA ketika seorang nelayan bernama Akbar melaporkan melihat perahu berwarna biru yang diduga milik Lukman berada di sekitar bagang di perairan Api-Api.
Mendapat informasi tersebut, keluarga bersama sejumlah nelayan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan perahu untuk melakukan pencarian.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 20.25 WITA, Lukman ditemukan di sebuah bagang dalam keadaan selamat.
Setelah dievakuasi, Lukman menjelaskan bahwa dirinya tidak dapat kembali ke daratan karena mesin perahunya mengalami kerusakan saat berada di tengah laut. Kondisi itu membuatnya terombang-ambing sebelum akhirnya menepi dan bertahan di bagang sambil menunggu bantuan datang.
Beruntung, kondisi korban masih baik saat ditemukan. Sekitar pukul 21.30 WITA, proses evakuasi selesai dan Lukman berhasil dipulangkan ke kediamannya di Desa Api-Api.
Pencarian tersebut melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari BPBD PPU, TNI, Polri, Pos TNI AL, perangkat desa, keluarga korban, serta puluhan warga dan nelayan setempat yang turut membantu penyisiran di perairan sekitar lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para nelayan untuk selalu memeriksa kondisi kapal dan mesin sebelum melaut. Penggunaan alat komunikasi serta perlengkapan keselamatan juga dinilai sangat penting untuk mengantisipasi keadaan darurat di tengah laut.
Meski sempat membuat keluarga dan warga diliputi kecemasan, kisah Lukman berakhir dengan kabar baik. Setelah berjam-jam terjebak di laut akibat kerusakan mesin perahu, ia akhirnya dapat kembali berkumpul bersama keluarganya dengan selamat. (*)
Tidak ada komentar