Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Pamerindo Indonesia menghadirkan booth informasi dan edukasi tentang Nusantara dalam ajang Indonesia Energy & Engineering Series (IEES) 2026 yang berlangsung pada 10–12 Juni 2026 di BSCC Dome Balikpapan.
NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya ditandai dengan berdirinya gedung-gedung megah dan infrastruktur modern. Di balik geliat pembangunan fisik tersebut, ada pekerjaan besar yang sedang dikerjakan: menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Persoalan stunting masih menjadi perhatian serius di kawasan IKN. Data Otorita IKN menunjukkan prevalensi stunting di wilayah tersebut masih berada di kisaran 18 persen. Karena itu, berbagai langkah pencegahan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Puskesmas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), hingga kader Posyandu yang menjadi garda terdepan di tengah masyarakat.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi penting yang berjalan beriringan dengan pembangunan fisik ibu kota baru.
“Yang terlihat saat ini memang pembangunan fisik. Namun di saat yang sama, IKN juga sedang membangun aspek nonfisik, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi generasi penerus pembangunan,” ujar Suwito di Puskesmas Maridan, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, upaya penanganan stunting di IKN dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap pra-kehamilan hingga pendampingan keluarga setelah anak lahir. Program yang dijalankan meliputi edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, pemberian tablet tambah darah bagi calon pengantin dan wanita usia subur, pendampingan keluarga, hingga peningkatan kapasitas kader Posyandu dan tenaga kesehatan.
Pendekatan tersebut didasarkan pada pemahaman bahwa stunting bukan semata-mata persoalan gizi. Faktor kesehatan reproduksi, pola asuh, kondisi lingkungan, hingga kesiapan keluarga juga memiliki peran besar dalam menentukan tumbuh kembang anak.
Karena itu, intervensi dilakukan sejak dini, bahkan sebelum kehamilan terjadi. Langkah ini dinilai penting agar potensi stunting dapat dicegah sejak awal dan tidak berkembang menjadi persoalan jangka panjang.
Bagi Otorita IKN, strategi ini memiliki arti yang lebih luas. Kawasan Nusantara diproyeksikan menjadi tempat lahir dan tumbuhnya generasi yang kelak mengisi berbagai sektor pembangunan selama puluhan tahun ke depan. Kualitas sumber daya manusia yang dibangun hari ini akan menentukan daya saing IKN di masa mendatang.
“Atas dasar itu, pencegahan menjadi prioritas utama. Target kami bukan hanya menurunkan angka stunting yang ada saat ini, tetapi juga memastikan tidak muncul kasus baru di masa depan,” kata Suwito.
Ia bahkan menegaskan harapan besar yang ingin diwujudkan di kawasan ibu kota baru tersebut.
“Ke depan tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN. Ini bagian dari upaya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan ibu kota negara,” tegasnya.
Komitmen tersebut diperkuat melalui pelatihan kader Posyandu di wilayah delineasi IKN. Dalam kegiatan itu, para kader mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keluarga sehat dari BKKBN, serta materi kesehatan reproduksi dan kehamilan sehat dari dokter spesialis yang tergabung dalam POGI.
Kepala Puskesmas Maridan, Basiran, menilai dukungan Otorita IKN sangat membantu dalam memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Menurutnya, kader Posyandu memegang peran strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dan paling sering berinteraksi dengan keluarga di tingkat desa.
Salah satu kader Posyandu Maridan, Seminawati, mengaku pelatihan yang diberikan menambah wawasan dan keterampilan yang dapat diterapkan langsung saat mendampingi warga.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar angka stunting di IKN semakin menurun,” ujarnya.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur atau berdirinya pusat pemerintahan baru. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya terletak pada lahirnya generasi yang sehat, unggul, dan produktif.
Dan dari ruang-ruang sederhana Posyandu di desa-desa sekitar IKN, fondasi menuju masa depan Nusantara yang lebih kuat kini mulai dibangun. (*)
Tidak ada komentar