Bunda PAUD Balikpapan Ajak Orang Tua Bedakan Kebutuhan dan Keinginan Anak

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
5 Agu 2026 17:07
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Penguatan pola asuh anak sejak usia dini menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Balikpapan dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas. Bunda PAUD Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa masa depan anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pola pengasuhan yang diterapkan orang tua sejak awal kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Nurlena saat membuka kegiatan bertema parenting, stimulasi dini, serta penguatan fondasi literasi dan numerasi bagi anak usia dini di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Kota Balikpapan, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, periode golden age atau masa emas perkembangan anak merupakan fase yang sangat menentukan pembentukan karakter, kecerdasan, dan kemampuan anak di masa depan. Fase tersebut hanya terjadi sekali sehingga harus dimanfaatkan secara optimal.

“Masa emas perkembangan anak tidak akan terulang kembali. Investasi terbaik bukan dimulai ketika anak memasuki bangku sekolah dasar, tetapi sejak awal kehidupan mereka. Apa yang kita tanam pada masa itu akan menjadi bekal bagi lahirnya generasi yang berkualitas,” ujar Nurlena.

Ia menjelaskan bahwa pada masa usia dini, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat. Oleh karena itu, perhatian, kasih sayang, stimulasi yang tepat, serta pemenuhan kebutuhan gizi akan memberikan pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.

Menurut Nurlena, anak yang dibesarkan melalui pola asuh positif dan lingkungan yang mendukung cenderung memiliki rasa percaya diri, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi berbagai perubahan di masa depan.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga lingkungan sekitar, untuk bersama-sama menciptakan ruang tumbuh yang aman, ramah anak, inklusif, dan penuh kasih sayang.

“Jangan hanya menjadi pelaksana program. Mari menjadi penggerak perubahan agar setiap anak di Balikpapan tumbuh dalam lingkungan yang membuat mereka merasa aman, dicintai, dan dihargai,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurlena juga mengingatkan para orang tua agar tidak keliru memaknai kasih sayang kepada anak. Menurutnya, memenuhi seluruh keinginan anak bukanlah bentuk kasih sayang yang tepat.

Sebaliknya, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan anak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sejak usia dini sebagai bagian dari pendidikan karakter.

“Kasih sayang bukan berarti memanjakan anak. Yang harus kita penuhi adalah kebutuhan mereka, bukan semua keinginannya. Orang tua perlu memberikan pemahaman sejak dini agar anak belajar mengenali mana yang menjadi prioritas,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan membangun generasi unggul tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter, akhlak, kemandirian, serta kemampuan anak untuk terus belajar sepanjang hayat.

Melalui penguatan pola asuh, stimulasi dini, serta pembiasaan literasi dan numerasi sejak usia dini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap dapat melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Anak-anak yang kita dampingi hari ini adalah wajah Balikpapan dan Indonesia di masa depan. Apa yang mereka rasakan, pelajari, dan alami sejak usia dini akan menentukan seperti apa bangsa ini kelak,” pungkas Nurlena. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }