BPBD Bontang Kenalkan Mitigasi Bencana kepada Pelajar, Siswa SDIT Asy Syaamil Ikuti Simulasi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
31 Jul 2026 17:23
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Pengetahuan menghadapi bencana mulai dikenalkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang kepada pelajar sejak bangku sekolah dasar.

Edukasi itu dilakukan melalui sosialisasi sekaligus simulasi penanggulangan bencana di SDIT Asy Syaamil, Jumat (31/7/2026). Kegiatan diikuti siswa kelas V dan berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 11.00 Wita.

Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa diajak memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Simulasi menjadi bagian dari kegiatan agar pengetahuan yang diberikan dapat langsung dipraktikkan.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman mengatakan, pembekalan kepada anak sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan tanggap bencana sejak dini.

Menurutnya, anak-anak perlu mengetahui cara menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat dibawa ke lingkungan keluarga sehingga pemahaman mengenai kesiapsiagaan tidak berhenti di sekolah.

“Anak-anak perlu mengenal risiko bencana sekaligus tahu apa yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi. Pengetahuan dasar seperti ini penting agar mereka tidak panik dan bisa mengambil langkah penyelamatan dengan benar,” ujar Usman.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pengenalan mengenai berbagai potensi bencana, termasuk langkah mitigasi dan kesiapsiagaan. Mereka juga diperkenalkan dengan prosedur evakuasi serta tindakan sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Penyampaian materi dibuat secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami setiap tahapan. Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti sesi sosialisasi hingga praktik simulasi.

Bagi BPBD, lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun budaya sadar bencana. Semakin dini pemahaman diberikan, semakin terbiasa pula anak mengenali risiko dan menentukan tindakan ketika menghadapi keadaan darurat.

Usman menyebut kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu sekolah. BPBD Bontang berupaya memperluas edukasi kebencanaan melalui sosialisasi, simulasi maupun pelatihan di lingkungan pendidikan.

“Kami ingin pengetahuan kebencanaan tidak hanya diterima sebagai materi, tetapi menjadi kebiasaan. Harapannya siswa bisa menerapkannya di sekolah, di rumah, dan lingkungan sekitarnya,” katanya.

Kegiatan tersebut diharapkan membuat peserta didik lebih memahami risiko bencana sekaligus mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga. Dengan begitu, edukasi kebencanaan dapat berkembang dari lingkungan sekolah ke masyarakat.

“Kalau anak sudah memahami langkah dasar menghadapi bencana, mereka juga bisa mengingatkan dan mengajak keluarganya untuk lebih siap,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }