Pelantikan pejabat Pemkot Bontang di auditorium 3D, Selasa (21/4/2026). [Fahruil Razi]
GELOMBANG pensiun pejabat mulai menghantui struktur birokrasi Pemerintah Kota Bontang. Di tengah ancaman kekosongan jabatan strategis, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memastikan rotasi aparatur sipil negara (ASN) jilid II akan digelar pada Juni hingga Juli 2026.
“Masih ada lagi nanti, sekira Juni atau Juli,” ujar Neni, Rabu (22/4).
Rotasi ini bukan sekadar penyegaran organisasi. Pemerintah kota tengah berpacu dengan waktu untuk mengisi posisi-posisi penting yang ditinggalkan pejabat yang memasuki masa purna tugas dalam waktu berdekatan.
Sejumlah jabatan kunci—mulai dari kepala bidang, sekretaris, hingga kepala dinas—saat ini diisi ASN yang mendekati masa pensiun. Bahkan dalam hitungan bulan, beberapa pejabat dijadwalkan pensiun pada Juni dan Juli 2026.
Kondisi itu diperparah dengan rencana pensiunnya Penjabat Sekretaris Kota (Pj Sekkot) pada September mendatang. Posisi ini merupakan salah satu simpul penting dalam koordinasi pemerintahan daerah.
Tidak berhenti di situ, Neni mengungkapkan gelombang pensiun akan berlanjut hingga awal 2027. Sejumlah kepala dinas diperkirakan turut memasuki masa purna tugas, yang berpotensi memperlebar kekosongan jabatan jika tidak segera diantisipasi.
“Kalau kita lihat ke depan, kepala dinas tahun depan itu cukup banyak yang pensiun di awal 2027,” katanya.
Di tengah situasi tersebut, rotasi ASN diposisikan sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan organisasi. Pemerintah kota juga membuka ruang promosi bagi ASN yang dinilai memiliki kinerja dan rekam jejak baik.
“Yang sudah lama mengabdi dan kinerjanya bagus, wajar kalau mendapat penghargaan,” ujar Neni.
Dia memastikan penataan jabatan dilakukan bertahap dan proporsional agar tidak mengganggu stabilitas pemerintahan. Rotasi lanjutan ini sekaligus menjadi penentu arah regenerasi birokrasi kota dalam beberapa tahun ke depan. [RE]
Tidak ada komentar