Bontang Kuala Perketat Pengawasan, Cegah Peredaran Narkoba Masuk Kawasan Wisata

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
11 Jul 2026 20:27
3 menit membaca

BONTANG – Status Kelurahan Loktuan dan Tanjung Laut Indah sebagai zona merah peredaran narkotika di Kota Bontang menjadi alarm bagi wilayah lain untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satu yang bergerak cepat adalah Kelurahan Bontang Kuala yang memilih memperkuat langkah pencegahan agar ancaman narkoba tidak merambah kawasan pesisir tersebut.

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kota Bontang, Bontang Kuala memiliki mobilitas masyarakat dan pengunjung yang cukup tinggi. Kondisi ini dinilai memerlukan pengawasan ekstra guna mencegah masuknya jaringan peredaran narkotika.

Lurah Bontang Kuala, Ardiansyah, mengatakan tren penyalahgunaan narkoba di kawasan pesisir perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini sebelum persoalan berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

“Makanya kami harus melakukan pencegahan sejak awal. Jangan sampai wilayah yang saat ini masih aman justru ikut terdampak dan menjadi zona merah berikutnya,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Ardiansyah, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tercipta lingkungan sosial yang sehat dan produktif.

Untuk itu, Kelurahan Bontang Kuala memilih pendekatan yang lebih humanis dengan mendorong berbagai kegiatan positif bagi kalangan pemuda. Salah satunya melalui pemanfaatan kawasan wisata sebagai ruang kreativitas dan aktivitas sosial.

Di pelataran wisata Bontang Kuala, misalnya, rutin digelar berbagai kegiatan hiburan dan seni yang melibatkan pemuda Karang Taruna sebagai pelaksana sekaligus penggerak kegiatan.

“Pemuda kami libatkan dalam berbagai kegiatan positif, termasuk hiburan dan aktivitas sosial kemasyarakatan. Harapannya, mereka memiliki ruang untuk berkarya sehingga terhindar dari pengaruh negatif, termasuk narkoba,” jelasnya.

Pendekatan tersebut dinilai efektif karena menyentuh langsung lingkungan sosial tempat para remaja berinteraksi sehari-hari. Dengan aktivitas yang produktif, risiko keterlibatan generasi muda dalam penyalahgunaan narkotika diharapkan dapat ditekan.

Selain pemberdayaan pemuda, pemerintah kelurahan juga memperkuat sistem pengawasan berbasis masyarakat hingga ke tingkat rukun tetangga (RT). Peran Satuan Tugas (Satgas) RT dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) terus dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Berbagai upaya sosialisasi juga dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari edukasi langsung kepada warga hingga pemasangan spanduk dan media informasi di sejumlah titik strategis.

“Masyarakat harus terus diingatkan bahwa dampak narkoba bukan hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Ardiansyah.

Sebagai kawasan wisata yang ramai dikunjungi saat akhir pekan, Bontang Kuala memiliki tantangan tersendiri. Arus keluar-masuk pengunjung yang cukup tinggi berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan aktivitas ilegal.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, unsur kelurahan bersama RT, FKPM, Bhabinkamtibmas, dan elemen masyarakat lainnya rutin melaksanakan patroli pengawasan, terutama pada malam akhir pekan.

Patroli tidak hanya dilakukan di kawasan wisata, tetapi juga menyasar penginapan dan vila-vila yang berada di wilayah pesisir sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi pelanggaran hukum.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ditemukan kasus terkait peredaran narkoba di wilayah kami. Namun pengawasan tetap kami lakukan secara rutin dan konsisten agar kondisi yang aman ini dapat terus terjaga,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Kelurahan Bontang Kuala berharap dapat mempertahankan status wilayah yang aman dan bersih dari narkoba, sekaligus menjaga citranya sebagai destinasi wisata yang nyaman bagi masyarakat dan wisatawan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }