Potensi Wisata IKN Mulai Terlihat, DPR Yakin Jadi Daya Tarik Baru Indonesia

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
11 Jul 2026 20:06
3 menit membaca

NUSANTARA – Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi terhadap tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, legislatif juga mendorong agar penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor pariwisata menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi kawasan ibu kota baru.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/7/2026).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan Nusantara sekaligus memastikan manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan masyarakat lokal.

Menurutnya, tingginya penggunaan produk dalam negeri dan keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan IKN merupakan capaian yang patut diapresiasi.

“Kami sangat senang mendengar bahwa TKDN dalam pembangunan IKN cukup tinggi, baik dari sisi pengadaan barang, penggunaan material lokal, maupun keterlibatan masyarakat sekitar dalam berbagai kegiatan pembangunan,” ujarnya.

Namun demikian, Rahayu mengingatkan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi yang inklusif. Ia menilai UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) harus mendapat ruang yang memadai agar mampu tumbuh bersama perkembangan IKN.

“Jangan sampai UMKM tidak mendapatkan tempat di IKN. Padahal lebih dari 90 persen pelaku usaha di Indonesia berasal dari sektor UMKM. Karena itu kami berharap pelibatan masyarakat lokal dan UMKM terus menjadi perhatian dalam pembangunan Nusantara,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa berbagai program pemberdayaan telah dijalankan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di sekitar kawasan IKN.

Salah satu program yang telah berjalan adalah pelatihan kuliner dengan menghadirkan chef profesional guna meningkatkan kualitas produk dan layanan pelaku usaha lokal.

Basuki mengungkapkan, saat ini kebutuhan konsumsi berbagai kegiatan di IKN mulai dipenuhi oleh pelaku usaha lokal, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

“Kami ingin UMKM lokal berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi IKN. Tidak hanya di sektor kuliner, tetapi juga pada berbagai sektor usaha lainnya,” ujar Basuki.

Selain pelatihan, Otorita IKN juga membuka akses pasar melalui penyediaan booth usaha dan kerja sama dengan berbagai mitra pembangunan. Salah satunya melalui pengembangan Nusantara Park seluas 3,8 hektare yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas masyarakat dan ruang promosi produk UMKM.

Berbagai program lain juga terus digulirkan, mulai dari pelatihan hospitality, pendampingan sertifikasi halal, pengembangan komunitas digital, fasilitasi promosi produk, hingga workshop kewirausahaan bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Rahayu juga menilai IKN memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata baru sekaligus pusat kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) bertaraf nasional maupun internasional.

Menurutnya, daya tarik Nusantara sudah mulai terlihat bahkan sebelum seluruh fungsi pemerintahan berpindah secara penuh ke ibu kota baru tersebut.

Ia menilai konsep pembangunan yang memadukan teknologi modern, lingkungan hijau, serta identitas budaya Indonesia menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak kota lain.

“Ke depan, keberadaan hotel, fasilitas MICE, serta kawasan konservasi akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.

Rahayu juga mengapresiasi kemajuan infrastruktur pendukung yang telah dibangun, termasuk konektivitas jalan tol yang menghubungkan kawasan IKN dengan Balikpapan dan Samarinda.

Ia optimistis Nusantara akan tumbuh menjadi kota masa depan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi, investasi, pariwisata, dan berbagai agenda internasional.

“IKN memiliki karakter yang berbeda dari kota-kota lain di Indonesia. Konsepnya modern, futuristik, tetapi tetap menampilkan identitas bangsa. Saya yakin masyarakat Indonesia akan bangga memiliki ibu kota baru seperti Nusantara,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }