Reaktivasi Kilang PT Badak NGL Buka Peluang 500 Tenaga Kerja, Pemkot Bontang Prioritaskan Warga Lokal

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
26 Okt 2026 17:53
3 menit membaca

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengawal rencana reaktivasi kilang PT Badak NGL agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (26/10/2026). Pertemuan ini mempertemukan jajaran pemerintah daerah dan manajemen PT Badak NGL untuk menyelaraskan rencana proyek dengan kesiapan sumber daya manusia lokal.

Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, menyambut positif rencana reaktivasi kilang tersebut. Menurutnya, proyek ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan informasi yang terukur mengenai tahapan proyek, kebutuhan tenaga kerja, serta peluang perekrutan bagi putra-putri daerah. Data tersebut diperlukan agar perencanaan pembangunan, termasuk penyesuaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dapat diselaraskan dengan kebutuhan industri.

“Rencana reaktivasi ini menjadi peluang bagi Kota Bontang. Karena itu, kami membutuhkan data yang jelas mengenai tahapan pekerjaan, jumlah tenaga kerja yang diperlukan, serta peluang bagi putra-putri daerah, baik pada masa konstruksi maupun setelah kilang beroperasi,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa peluang kerja dari proyek tersebut harus dapat diakses masyarakat lokal secara optimal. Karena itu, manajemen PT Badak NGL diminta menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja secara tertulis, termasuk jumlah, kualifikasi, jenis keterampilan, dan jadwal perekrutan.

“Kami meminta PT Badak NGL menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja secara tertulis, lengkap dengan jumlah, kualifikasi, jenis keterampilan, dan jadwal perekrutan. Dengan informasi tersebut, pemerintah dapat menyiapkan tenaga kerja lokal melalui pendidikan vokasi, pelatihan teknis, dan sertifikasi yang tepat sasaran,” tegas Agus Haris.

Ia juga mendorong koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan perusahaan agar lulusan SMA dan SMK di Bontang dapat dipersiapkan sejak dini sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan industri.

Reaktivasi Train F Ditargetkan Mulai 2027

Dalam rapat tersebut, perwakilan PT Badak NGL, Vicky Indrafusa, memaparkan rencana reaktivasi Train F yang dijadwalkan mulai awal 2027, dengan target penyelesaian pada Desember 2028.

Pada puncak konstruksi, proyek tersebut diperkirakan membutuhkan sekitar 500 tenaga kerja. Kebutuhan ini menjadi peluang yang perlu dipersiapkan sejak awal melalui pemetaan kompetensi dan pelatihan tenaga kerja lokal.

Sementara itu, rencana reaktivasi Train C dan Train D masih dalam tahap evaluasi. Penyelesaiannya ditargetkan pada akhir 2029, bergantung pada kepastian pasokan gas dan hasil kajian investasi.

Manager Learning & Development PT Badak NGL, Sekar Arum Sari Nastiti, menjelaskan bahwa proses rekrutmen akan dilakukan melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga wawancara, sesuai standar perusahaan.

Adapun Senior Manager Supply Chain PT Badak NGL, Yuli Gunawan, menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan persetujuan formal kebutuhan tenaga kerja dapat diperoleh pada akhir 2026, sebelum proses rekrutmen berjalan pada awal 2027.

Pemkot Bontang berharap koordinasi antara pemerintah dan PT Badak NGL dapat memastikan kesiapan tenaga kerja lokal sejalan dengan tahapan proyek. Dengan demikian, reaktivasi kilang tidak hanya mendukung sektor energi nasional, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat Bontang untuk terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi secara langsung. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }