Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono, saat menghadiri kegiatan Subuh Berjamaah sekaligus Bersih-Bersih Masjid (BBM) di Masjid An Namira, Jalan Mulawarman, Kelurahan Salebba, Minggu (13/9/2026).BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai membuka gambaran mengenai tekanan fiskal yang akan dihadapi daerah. Postur APBD Bontang diproyeksikan menyusut signifikan, bahkan mendekati separuh dibandingkan anggaran tahun 2024 dan 2025 yang berada di kisaran Rp3,3 triliun.
Kondisi tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono, saat menghadiri kegiatan Subuh Berjamaah sekaligus Bersih-Bersih Masjid (BBM) di Masjid An Namira, Jalan Mulawarman, Kelurahan Salebba, Minggu (13/9/2026).
Mewakili Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Sony hadir bersama sejumlah kepala OPD, camat, lurah, pengurus BKPRMI Kota Bontang, tokoh agama serta pemuda setempat.
Di hadapan jamaah, Sony menjelaskan kondisi fiskal daerah yang menjadi salah satu tantangan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.
Meski ruang fiskal semakin terbatas, ia memastikan kondisi tersebut tidak akan menjadi alasan bagi Pemkot Bontang untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Keterbatasan ruang fiskal tidak akan menurunkan kualitas pelayanan kita kepada masyarakat. Kualitas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat Kota Bontang insyaallah tidak akan dikurangi,” tegas Sony.
Ia mengatakan pemerintah tetap berupaya memastikan sektor-sektor yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan UMKM, tetap berjalan sesuai arah kebijakan wali kota.
Kegiatan Subuh Berjamaah dan Bersih-Bersih Masjid tidak hanya diisi dengan aktivitas keagamaan dan gotong royong membersihkan rumah ibadah.
Pemkot Bontang juga memanfaatkannya sebagai ruang bertemu langsung dengan masyarakat. Warga diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan maupun masukan kepada jajaran pemerintah daerah.
Pola komunikasi langsung tersebut dinilai penting, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami tekanan. Pemerintah dapat mendengar persoalan warga sekaligus menyampaikan kebijakan dan kondisi daerah secara terbuka.
Kegiatan gotong royong membersihkan Masjid An Namira pun menjadi bagian dari agenda tersebut.
Momentum pertemuan dengan warga juga dimanfaatkan Sony untuk menyampaikan imbauan terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan perkebunan maupun membersihkan pekarangan rumah.
Menurutnya, kebiasaan membakar lahan dapat memicu kebakaran yang lebih luas dan berdampak terhadap keselamatan masyarakat.
Risiko lainnya adalah gangguan terhadap aktivitas penerbangan apabila asap kebakaran menurunkan jarak pandang.
Karena itu, Sony meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memilih cara yang lebih aman dalam membersihkan lahan maupun pekarangan.
Sementara itu, Sekretaris Takmir Masjid An Namira menyambut baik kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap kegiatan Subuh Berjamaah dan aksi bersih-bersih masjid dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan keagamaan sekaligus sosial.
Kegiatan kemudian ditutup dengan dialog bersama jamaah. Warga menyampaikan berbagai masukan dan persoalan secara langsung kepada jajaran pemerintah yang hadir. (*)
Tidak ada komentar