Ismail Bolong Ditangkap, 36 Unit Dump Truk Disita

Suriadi Said
9 Des 2022 02:56
3 menit membaca

newsborneo.id – Ismail Bolong menjadi tersangka kasus tambang batu bara ilegal. Kasus itu bukan kasus aliran dana tambang ke petinggi Polri sebagaimana yang diakui dia sebelumnya. Penetapan Ismail Bolong sebagai tersangka kasus tambang ilegal disampaikan Kabag Penum Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah, 8 Desember 2022.

Menurut Nurul Azizah, selain menangkap Ismail Bolong, Bareskrim Polri juga menyita sejumlah barang bukti terkait kasus tambang ilegal yang menyeret nama Ismail Bolong. Kasus itu terjadi di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Ismail Bolong sendiri merupakan mantan anggota polisi di Polresta Samarinda.

Kombes Pol Nurul Azizah juga menyampikan barang bukti yang telah disita yakni 36 unit dump truk. Kendaraan itu menjadi alat pengangkut mengangkut batubara hasil penambangan ilegal. Selain itu, penyidik juga turut menyita dua ekskavator yang digunakan dalam kegiatan tambang ilegal beserta tumpukan batu bara hasil penambangan di Kalimantan Timur.

“Tiga unit handphone berbagai merek, berikut sim card, tiga buah buku tabungan dari berbagai bank, dan bundel rekening koran,” ujar Kombes Pol Nurul Azizah, Kamis (8/12/2022).

Kombes Pol Nurul Azizah juga menjelaskan, penyitaan tersebut dilakukan penyidik dari tiga tempat kejadian perkara (TKP) penambangan ilegal. Dua dari tiga lokasi itu yakni Terminal Khusus (Tersus) PT Makaramma Timur Energi (MTE) yang terletak di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak. Lokasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) milik PT Santan Batubara (SB).

“Stock Room atau Lokasi Penyimpanan Batu bara Hasil Penambangan Ilegal yang juga termasuk dalam PKP2B PT Santan Batubara,” ujar Nurul Azizah melalui CNN Indonesia.

Atas perbuatannya, Ismail Bolong dan dua orang lainnya dijerat dengan Pasal 158 dan Pasal 161 UU No 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. “Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar,” ujar Nurul Azizah.

Ismail Bolong sebelumnyaa mengaku sebagai pengepul batu bara ilegal di Kaltim dan menyebut ada aliran dana kepada sejumlah anggota Polri. Salah satunya, Ismail pernah mengaku memberikan uang koordinasi dengan total Rp 6 miliar ke Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.  Namun, beberapa waktu setelah membuat pengakuan itu, Ismail justru menyampaikan permintaan maaf kepada Agus. Dia juga katakan saat itu di bawah tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang kala itu masih menjabat sebagai Karopaminal Polri.

Sementara itu, usai sidang, Hendra Kurniawan mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri menyatakan tidak bnyak berkomentar soal penetapan tersangka Ismail Bolong dalam kasus tambang ilegal. Diketahui sebelumnya, Ismail Bolong pernah menyatakan bahwa dia diperiksa oleh Brigjen Hendra Kurniawan dalam kasus tambang ilegal itu.

“Tanya ke yang berwenang,” ujar Hendra Kurniawan usai sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Josua, Kamis 8 Desember 2022. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

psda 438000066

psda 438000067

psda 438000068

psda 438000069

psda 438000070

psda 438000071

psda 438000072

psda 438000073

psda 438000074

psda 438000075

psda 438000076

psda 438000077

psda 438000078

psda 438000079

psda 438000080

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

cuaca 638000101

cuaca 638000102

cuaca 638000103

cuaca 638000104

cuaca 638000105

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 710000141

article 710000142

article 710000143

article 710000144

article 710000145

article 710000146

article 710000147

article 710000148

article 710000149

article 710000150

article 710000151

article 710000152

article 710000153

article 710000154

article 710000155

article 710000156

article 710000157

article 710000158

article 710000159

article 710000160

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

article 999990066

article 999990067

article 999990068

article 999990069

article 999990070

article 999990071

article 999990072

article 999990073

article 999990074

article 999990075

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

cuaca 898100136

cuaca 898100137

cuaca 898100138

cuaca 898100139

cuaca 898100140

cuaca 898100141

cuaca 898100142

cuaca 898100143

cuaca 898100144

cuaca 898100145

news-1701