Helikopter Caracal Dikerahkan, Karhutla di IKN Diburu dari Udara

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
4 Sep 2026 19:47
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) diperkuat dari udara. Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan mengerahkan satu unit helikopter H225M Caracal untuk mendukung operasi pemadaman.

Helikopter dari Skadron 8 Lanud Atang Sandjaja, Bogor, Jawa Barat, tersebut diperbantukan sebagai back-up operasi atas permintaan Otorita IKN melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pengerahan helikopter telah mendapat persetujuan Mabes TNI dan Mabes TNI Angkatan Udara (AU).

Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, mengatakan helikopter tersebut memiliki kemampuan water bombing untuk menjatuhkan air langsung ke titik kebakaran dari udara.

“Sesuaikan dengan permintaan dari Otorita IKN melalui BNPB dan telah disetujui oleh Mabes TNI dan Mabes AU, Kepala Staf Angkatan Udara memerintahkan untuk BKO-kan satu pesawat helikopter yang sudah tiba hari ini,” kata Sorga Laksana, Jumat (4/9/2026).

Sebelum melakukan pemadaman, kru helikopter telah melaksanakan patroli udara untuk memetakan titik-titik api yang membutuhkan penanganan segera.

“Sudah melaksanakan patroli udara dan sudah mengecek spot api ataupun kebakaran yang terjadi di sana, dan sudah dipetakan. Selanjutnya, kami siap untuk melaksanakan kegiatan pemadaman api dengan menggunakan water bombing,” ujarnya.

Sekali Angkut 2 Ton Air

Helikopter H225M Caracal tersebut dibekali bucket berkapasitas sekitar 2.000 liter atau dua ton air dalam sekali pengambilan.

Air kemudian dijatuhkan dari udara ke lokasi yang terbakar untuk membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

“Kapasitas untuk bucket-nya sendiri adalah 2.000 liter atau sekitar 2 ton air. Jadi sekali penyiraman adalah 2 ton,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan dari udara, salah satu titik yang dinilai paling mendesak berada di wilayah Wonotirto.

Di kawasan tersebut terdapat lahan yang terbakar dan sumber air berupa danau atau embung yang dinilai memungkinkan digunakan untuk mendukung operasi water bombing.

“Spot yang paling urgen saat ini adalah di Wonotirto. Di sana sudah terjadi kebakaran lahan, kemudian ada danau terdekat ataupun ada embung terdekat yang bisa digunakan untuk mengambil air dan melaksanakan pemadaman api tersebut,” katanya.

Operasi Tanpa Batas Waktu

Lanud Dhomber belum menetapkan batas waktu pengerahan helikopter tersebut. Operasi akan disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan karhutla di kawasan IKN.

“Operasi ini sampai saat ini belum ada batas waktunya, jadi menyesuaikan tingkat ataupun kondisi yang ada di IKN,” ujar Sorga Laksana.

Ia memastikan dukungan dari udara akan terus diberikan selama masih terdapat titik kebakaran yang membutuhkan penanganan.

“Selama masih ada kebakaran di sana, kita akan siap mendukung untuk melaksanakan pemadaman kebakaran lahan yang ada di IKN,” tegasnya.

Jumlah penerbangan atau sortie dalam sehari juga tidak ditentukan secara tetap. Frekuensinya akan disesuaikan dengan kondisi titik api di lapangan.

“Sortie nanti akan menyesuaikan. Apabila sudah bisa dipadamkan, maka kita akan standby lagi. Tapi kalau masih memungkinkan untuk melaksanakan pemadaman, kita akan terus melaksanakan operasi tersebut,” jelasnya.

Tujuh Personel Dikerahkan

Pada tahap awal operasi, sebanyak tujuh personel kru helikopter telah berada di Balikpapan. Lanud Dhomber juga menyiapkan personel tambahan apabila diperlukan.

Selain kru udara, pemantauan titik api di kawasan IKN turut melibatkan personel TNI AU yang telah berada di lapangan.

Operasi pemadaman dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, Otorita IKN, TNI-Polri, BNPB, serta masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.

“Untuk saat ini kru yang sudah hadir ada tujuh personel. Nanti kalau misalnya ada tambahan, kami persiapkan personel tambahan,” ujar Sorga Laksana.

Menurutnya, koordinasi antarpihak menjadi kunci agar operasi water bombing berjalan efektif, terutama dalam menentukan titik api prioritas dan sumber air yang dapat digunakan helikopter.

Dengan kemampuan mengangkut hingga dua ton air dalam sekali pengambilan, kehadiran H225M Caracal diharapkan mampu mempercepat penanganan titik-titik karhutla yang sulit dijangkau personel darat sekaligus mencegah api meluas di kawasan IKN. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }