Pemprov Kaltim Dorong Desa Wisata Jadi Motor Baru Ekonomi Daerah

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
21 Agu 2026 12:09
3 menit membaca

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat pengembangan desa wisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di tingkat lokal. Upaya tersebut ditandai dengan pemberian penghargaan kepada desa wisata berprestasi sekaligus penandatanganan kerja sama pengembangan desa dalam rangkaian Kaltim Expo 2026 di Atrium Big Mall Samarinda, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata Kaltim itu menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada desa-desa yang dinilai berhasil mengembangkan potensi wisata, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Penandatanganan kerja sama dan penyerahan penghargaan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim A.M. Fitra Firnanda, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim M. Faisal serta jajaran pemerintah kabupaten/kota.

A.M. Fitra Firnanda mengatakan, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga diharapkan menjadi pemicu bagi desa-desa lain untuk semakin berani mengembangkan potensi wisata yang dimiliki.

“Anugerah ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi penyemangat bagi kita semua untuk membuktikan bahwa Kalimantan Timur, khususnya desa-desa yang ada di dalamnya, tidak kalah dengan daerah lain,” ujarnya.

Menurut Firnanda, Kaltim memiliki kekayaan potensi wisata yang tersebar di berbagai wilayah. Mulai dari wisata alam, budaya hingga destinasi berbasis masyarakat. Namun, pengembangan sejumlah destinasi masih menghadapi persoalan aksesibilitas dan infrastruktur.

Karena itu, pemerintah provinsi menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung kemajuan desa wisata.

“Banyak sekali spot dan potensi wisata di desa-desa yang sebenarnya memiliki keindahan luar biasa, tetapi masih terkendala akses jalan dan infrastruktur pendukung lainnya,” jelasnya.

Ia berharap perbaikan konektivitas dapat membuat destinasi wisata di pelosok Kaltim semakin mudah dijangkau sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

122 Desa Wisata di Kaltim

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim M. Faisal menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem pariwisata di tingkat desa.

Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak mungkin hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha hingga mitra strategis sangat dibutuhkan.

“Tidak mungkin desa wisata berkembang hanya dengan mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra strategis lainnya,” kata Faisal.

Saat ini, tercatat 122 desa wisata dari total 841 desa yang tersebar di Kalimantan Timur.

Faisal mengakui jumlah tersebut masih dapat terus bertambah. Ia pun berharap kondisi fiskal yang dihadapi pemerintah saat ini tidak menjadi penghambat pengembangan sektor pariwisata.

Sebaliknya, keterbatasan anggaran dinilai harus mendorong pemerintah dan masyarakat semakin kreatif dalam membangun destinasi wisata berbasis potensi lokal.

Ini Daftar Desa Wisata Peraih Penghargaan

Dalam ajang tersebut, tiga desa ditetapkan sebagai pemenang utama Lomba Desa Wisata Kaltim 2026.

Juara utama:

  1. Juara 1: Desa Wisata Klempang Sari, Kabupaten Paser.
  2. Juara 2: Desa Wisata Bangun Rejo, Kabupaten Kutai Kartanegara.
  3. Juara 3: Desa Wisata Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai Barat.

Selain tiga pemenang utama, penghargaan juga diberikan dalam sejumlah kategori khusus:

  • Pemberdayaan Masyarakat: Desa Sangkuliman, Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Ekowisata Bahari: Kampung Teluk Harapan, Kabupaten Berau.
  • Agrowisata: Desa Bhuana Sari Bumi Rapak, Kabupaten Kutai Timur.
  • Pedalaman dan Adat: Kampung Lutan, Kabupaten Mahakam Ulu.
  • Budaya: Desa Wisata Pampang, Kota Samarinda.
  • Kreatif: Desa Wisata Satimpo Indah, Kota Bontang.
  • Konservasi Mangrove: Kampung Wisata Hendrawisata Pesona Mangrove, Kota Balikpapan.

Penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Pemerintah mendorong desa-desa wisata terus meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi, memperkuat kapasitas masyarakat, menjaga lingkungan dan budaya lokal, serta menciptakan inovasi yang mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Dengan dukungan infrastruktur, promosi, sumber daya manusia dan kolaborasi lintas sektor, desa wisata diharapkan mampu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Kaltim Expo 2026 pun menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi tersebut kepada masyarakat luas. Pemerintah Provinsi Kaltim berharap pengembangan desa wisata dapat berjalan secara berkelanjutan dan semakin memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }