Siapkan Investasi US$ 2 Miliar, Pupuk Kaltim Dirikan Pabrik di Bintuni

Redaksi
29 Apr 2021 07:55
3 menit membaca

JAKARTA – Menyiapkan dana investasi US$ 2 miliar, PT Pupuk Kaltim berencana membangun pabrik pupuk di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Pupuk Kaltim sudah mendapatkan lampu hijau untuk mendapatkan gas dari Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKL). Saat ini, perusahaan sedang menunggu hasil Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

“Konsep sudah siap dan kini kami sedang melakukan negosiasi. Kalau izin sudah keluar, pembangunan pabrik langsung jalan,” kata Dirut PT Pupuk Kaltim (PKT) Rahmad Pribadi pada buka puasa bersama sejumlah pemimpin redaksi di Jakarta, Senin (26/4).

Selama ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan dukungan agar ada pabrik pupuk di Papua dan lokasi dekat lokasi perusahaan gas.

Selain LNG Tangguh, ada cadangan gas lainnya di Bintuni yang kini dikelola Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKL), perusahaan asal Malaysia. Dengan luas 18.658 km2 dan jumlah penduduk 53.564 jiwa, Teluk Bintuni adalah kabupaten yang kaya akan sumber daya alam. Kabupaten ini tidak hanya punya hutan alam, bakau, aneka ragam hayati, tapi juga memiliki cadangan minyak dan gas bumi.

Rahmad mengharapkan proses Amdal bisa berjalan lebih cepat, tidak sampai dua tahun sebagaimana selama ini. Jika Amdal selesai, perizinan lainnya akan lancar.

“Kita berharap tahun depan semuanya sudah bisa selesai agar pabrik bisa segera dimulai,” ungkapnya.

Dana investasi US$ 2 miliar atau sekitar Rp 29 triliun pada kurs Rp 14.500 untuk membangun pabrik pupuk di Bintuni, kata Rahmad, berasal dari modal sendiri dan sumber pendanaan lainnya.

Ada opsi mendapatkan dana dari pasar modal lewat initial public offering (IPO), pinjaman, atau dari Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF). “Saya tertarik dengan SWF, akan segera saya dalami,” ujarnya.

Mulai beroperasi April 2021 dengan ekuitas awal Rp 75 triliun, SWF diharapkan mampu menarik dana asing dan dalam negeri untuk membantu pembiayaan berbagai proyek investasi pemerintah, termasuk proyek infrastruktur yang dibangun BUMN.

Saat ini saja, komitmen investasi asing di SWF sudah menembus US$ 8 miliar atau Rp 116 triliun. Saat ini, PT PKT memiliki ekuitas Rp 22 triliun. “Perusahaan tidak punya utang. Modal sebesar ini sebagian besar berasal dari laba ditahan dan sisanya dari penyertaan modal negara (PNM),” kata Rahmad.

Pada tahun 2020, PT PKT meraih laba bersih Rp 1,8 triliun. Ini bisa terjadi karena selama pandemi, pabrik beroperasi penuh. Pupuk merupakan komoditas strategis yang menopang sektor pertanian dan pangan. Itu sebabnya, kata Rahmad, selama pandemi, kegiatan produksi berjalan normal. Permintaan akan pupuk sempat turun dalam beberapa bulan awal, tapi kemudian meningkat kembali.

Jika pabrik pupuk di Kabupaten Teluk Bintuni sudah mulai produksi, kemajuan di Papua Barat dan Papua akan terakselerasi. Pembangunan infrastuktur akan berkembang dan sektor pertanian akan maju.

“Kalau sampai pecah telur, kemajuan wilayah sekitar akan berjalan lebih cepat,” ungkap Rahmad.

Saat ini, PT PKT mengoperasikan tujuh pabriknya di Bontang, Kalimantan Timur dengan memproduksi 3,4 juta ton urea dan 300 miliar ton NPK setahun. Selain itu, perseroan juga memproduksi biofertilizier 300 ton dan speciality fertilizer 3.000 ton per tahun. Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia ini juga memproduksi amoniak 2,7 juta ton per tahun dan ammonia nitrate 75.000 ton per tahun.

Dari produki urea 3,4 juta ton, PT PKT mengekspor 1,7 juta ton. Ekspor terbesar ke negara-negara ASEAN di luar Malaysia, India, dan Korea. PT PKT adalah produsen urea terbesar di Indonesia.

PT PKT juga mengelola 7.400 hektare lahan sawit yang sudah panen. Pabrik CPO pun sudah beroperasi dengan kapasitas 45.000 ton. Ke depan, perseroan akan perluas lahan sawit untuk menopang bahan baku energi terbarukan.
Pada tahun 2022 hingga 2025, PT PKT bencana merealisasikan pabrik ammonia bintuni 830.000 ton, urea bintuni 1,1 juta ton, dan methanol bintuni satu juta ton per tahun. Sedang di lokasi yang sama di Bontang, perseroan sedang membangun amonium nitrate 75.000 ton dan tahun depan, 2022, sudah 300.000 ton per tahun. **

 

Penulis: Junaidi | Kontan

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }
news-how-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000186

118000187

118000188

118000189

118000190

118000191

118000192

118000193

118000194

118000195

118000196

118000197

118000198

118000199

118000200

118000201

118000202

118000203

118000204

118000205

118000206

118000207

118000208

118000209

118000210

118000211

118000212

118000213

118000214

118000215

118000216

118000217

118000218

118000219

118000220

118000221

118000222

118000223

118000224

118000225

118000226

118000227

118000228

118000229

118000230

128000186

128000187

128000188

128000189

128000190

128000191

128000192

128000193

128000194

128000195

128000196

128000197

128000198

128000199

128000200

128000201

128000202

128000203

128000204

128000205

128000206

128000207

128000208

128000209

128000210

128000211

128000212

128000213

128000214

128000215

138000151

138000152

138000153

138000154

138000155

138000156

138000157

138000158

138000159

138000160

138000161

138000162

138000163

138000164

138000165

138000166

138000167

138000168

138000169

138000170

138000171

138000172

138000173

138000174

138000175

138000176

138000177

138000178

138000179

138000180

148000186

148000187

148000188

148000189

148000190

148000191

148000192

148000193

148000194

148000195

148000196

148000197

148000198

148000199

148000200

148000201

148000202

148000203

148000204

148000205

148000206

148000207

148000208

148000209

148000210

148000211

148000212

148000213

148000214

148000215

168000156

168000157

168000158

168000159

168000160

168000161

168000162

168000163

168000164

168000165

168000166

168000167

168000168

168000169

168000170

168000171

168000172

168000173

168000174

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

178000196

178000197

178000198

178000199

178000200

178000201

178000202

178000203

178000204

178000205

178000206

178000207

178000208

178000209

178000210

178000211

178000212

178000213

178000214

178000215

178000216

178000217

178000218

178000219

178000220

178000221

178000222

178000223

178000224

178000225

178000226

178000227

178000228

178000229

178000230

178000231

178000232

178000233

178000234

178000235

188000246

188000247

188000248

188000249

188000250

188000251

188000252

188000253

188000254

188000255

188000256

188000257

188000258

188000259

188000260

188000261

188000262

188000263

188000264

188000265

188000266

188000267

188000268

188000269

188000270

198000151

198000152

198000153

198000154

198000155

198000156

198000157

198000158

198000159

198000160

198000161

198000162

198000163

198000164

198000165

198000166

198000167

198000168

198000169

198000170

198000171

198000172

198000173

198000174

198000175

198000176

198000177

198000178

198000179

198000180

218000081

218000082

218000083

218000084

218000085

218000086

218000087

218000088

218000089

218000090

228000051

228000052

228000053

228000054

228000055

228000056

228000057

228000058

228000059

228000060

228000061

228000062

228000063

228000064

228000065

228000066

228000067

228000068

228000069

228000070

238000166

238000167

238000168

238000169

238000170

238000171

238000172

238000173

238000174

238000175

238000176

238000177

238000178

238000179

238000180

238000181

238000182

238000183

238000184

238000185

238000186

238000187

238000188

238000189

238000190

238000191

238000192

238000193

238000194

238000195

news-how-1701