Peluncuran Website Satria Secara SimbolisBONTANG – Perlindungan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Bontang. Salah satu langkah terbaru yang dilakukan yakni menghadirkan Website Satria, platform digital yang dirancang sebagai ruang interaksi sekaligus sarana mendukung perlindungan anak.
Platform tersebut diluncurkan melalui kerja sama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang bersama PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI).
Kepala DP3AKB Kota Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan kehadiran Website Satria menjadi bagian dari komitmen pemerintah bersama dunia usaha untuk memperkuat upaya perlindungan anak.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan secara positif untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan generasi muda.
“Kami ingin mewujudkan komitmen tersebut melalui dukungan yang nyata dan sesuai dengan kebutuhan anak di Kota Bontang,” ujar Bahtiar, Selasa (6/10/2026).
Ia menjelaskan, Website Satria juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak dan generasi muda untuk membangun interaksi yang sehat dan positif. Kehadiran platform tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya budaya saling menghargai dan menghormati di kalangan anak-anak.
Bahtiar menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah penting dalam menghadapi perubahan zaman. Pasalnya, teknologi kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak dan generasi muda.
Karena itu, menurut dia, pendekatan perlindungan anak juga perlu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi agar pemerintah dapat menjangkau lebih banyak anak serta memberikan perlindungan secara lebih optimal.
“Kami ingin menjangkau lebih banyak anak-anak dan generasi muda di Kota Bontang,” katanya.
Lebih jauh, Bahtiar berharap Website Satria tidak hanya menjadi sarana digital, tetapi juga mampu menghadirkan ruang yang aman bagi anak untuk belajar, berinteraksi, mengembangkan kompetensi, serta menggali potensi diri.
Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi semestinya berjalan beriringan dengan perkembangan pribadi anak. Dengan dukungan lingkungan yang positif dan aman, anak-anak di Bontang diharapkan mampu mengembangkan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Sehingga semangat dan kemampuan dari adik-adik semua dapat lebih berkembang seiring dengan perkembangan pribadi atau personal development,” pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar