Saat Wali Kota Bontang Kunjungi salah satu Posyandu yang berada di belakang Kantor Kelurahan Bontang Baru. (Newsborneo.id)BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris turun langsung memantau pelaksanaan Operasi Timbang Serentak 2026 di sejumlah Posyandu, Selasa (9/6/2026).
Pemantauan dilakukan usai pembukaan Operasi Timbang yang digelar Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan.
Neni mengatakan, monitoring lapangan penting dilakukan untuk memastikan pelayanan di Posyandu berjalan maksimal, mulai dari penimbangan balita hingga pencatatan data pertumbuhan anak.
“Ini bukan hanya soal timbang badan, tapi memastikan anak-anak kita mendapat perhatian sejak dini agar bisa tumbuh sehat,” ujar Neni.
Dalam agenda itu, Neni mengunjungi Posyandu Asoka di Kelurahan Bontang Baru dan Posyandu Mekar Sari di Kelurahan Belimbing.
Sementara Agus Haris melakukan pemantauan di Posyandu Kasih Etam, Kelurahan Guntung, serta Posyandu Mekar Indah di Tanjung Laut Indah.
Selain meninjau lapangan, Neni juga berdialog secara daring dengan 15 Posyandu dari seluruh kelurahan untuk memantau progres penanganan stunting di masing-masing wilayah.
Dari laporan yang diterima, sejumlah inovasi sudah dijalankan, mulai dari pemberian makanan tambahan, pembagian telur bagi balita, kunjungan rumah kader Posyandu, hingga keterlibatan RT dan perusahaan melalui program CSR.
Namun, Neni memberi perhatian khusus pada wilayah yang angka stuntingnya masih cukup tinggi, terutama kawasan pesisir yang masih menghadapi persoalan sanitasi dan perilaku buang air besar sembarangan.
Menurutnya, persoalan sanitasi masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi angka stunting di Bontang.
“Sanitasi yang baik itu bagian penting dari pencegahan stunting. Saya ingin seluruh warga punya akses air bersih dan lingkungan yang sehat. Kalau itu terpenuhi, kita bisa lebih cepat menekan angka stunting,” pungkasnya.
Tidak ada komentar