
NUSANTARA – Pekan Olahraga dan Seni Nusantara (Porsentara) 2026 resmi berakhir. Namun, semarak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan masih berlanjut dengan sejumlah agenda besar.
Porsentara 2026 ditutup Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono pada Kamis (13/8/2026) malam. Penutupan berlangsung di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, yang dimeriahkan penampilan para kontestan Nusantara Idol.
Dalam kesempatan tersebut, Basuki menyampaikan apresiasi kepada 138 kontingen dari berbagai instansi dan komunitas yang telah berpartisipasi dalam Porsentara 2026.
Menurutnya, Porsentara bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari upaya membangun kebersamaan dan semangat kemerdekaan di kawasan Nusantara.
“Ini belum akhir dari rangkaian kemerdekaan kita. Saya sampaikan selamat kepada para juara umum dan seluruh peserta yang telah memeriahkan Porsentara ini. Tahun depan, kita akan adakan lagi dengan lebih meriah,” ujar Basuki.
Sembilan Cabang Kompetisi
Porsentara 2026 mengusung tema “Berkompetisi Sehat dan Berkarya Hebat” dan berlangsung selama lebih dari dua pekan, mulai 27 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Tahun ini, sebanyak sembilan cabang dipertandingkan yang mencakup olahraga, seni serta permainan rakyat dan tradisional.
Cabang tersebut meliputi basket, bulu tangkis, e-sport, tenis meja, Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), balap karung, tarik tambang, fotografi dan Nusantara Idol.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, selaku Koordinator Pelaksana Kegiatan bersama Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA), mengatakan Porsentara dirancang sebagai ruang interaksi bagi masyarakat dan berbagai unsur yang beraktivitas di Nusantara.
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan bakat, kreativitas dan karakter sekaligus mempererat hubungan antarpeserta.
“Porsentara ini menjadi ruang untuk menyalurkan bakat, membentuk karakter sesuai dengan tema yang kita bawa tahun ini, ‘Berkompetisi Sehat dan Berkarya Hebat’, serta ajang untuk menguatkan tali silaturahmi, termasuk bagi anggota keluarga baru kita di Ibu Kota Nusantara,” kata Alimuddin.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan sportivitas melalui kompetisi olahraga sekaligus mendorong lahirnya berbagai karya kreatif di bidang seni.
Semarak Kemerdekaan Berlanjut
Meski Porsentara telah berakhir, rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Nusantara belum selesai.
Basuki mengajak seluruh peserta, kontingen, mitra dan masyarakat untuk kembali berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pada 15 Agustus 2026.
Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari penanaman pohon bersama, karnaval kebudayaan, Merdeka Night Run hingga Merdeka Vaganza.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah penanaman 1.708 bibit pohon yang ditargetkan dapat mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Kita masih ada kegiatan yang monumental untuk memecahkan rekor MURI dengan menanam 1.708 bibit pohon bersama. Kita semua harus hadir,” kata Basuki.
Selain penanaman pohon, masyarakat juga diajak mengikuti karnaval serta Merdeka Night Run. Antusiasme terhadap kegiatan tersebut terlihat dari jumlah peserta yang telah mendaftar yang disebut mencapai lebih dari 3.000 orang.
Basuki pun mengajak seluruh peserta membawa semangat kemerdekaan dengan mengenakan atribut bernuansa merah dan putih.
“Setelah itu juga ada karnaval dan Merdeka Night Run, dengan peserta yang mendaftar sudah lebih dari 3.000 orang. Dan ingat, pakai atribut yang bernuansa merah dan putih,” tutupnya.
Dengan berakhirnya Porsentara 2026, semangat kompetisi, kreativitas dan kebersamaan yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut dalam rangkaian perayaan kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat di Nusantara. (*)
Tidak ada komentar