Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terpasang di kantor dinas ESDM Kaltim.KALTIM – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Timur (ESDM Kaltim) meluncurkan layanan pengisian daya kendaraan listrik gratis bagi pengemudi ojek online. Program ini memanfaatkan kelebihan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terpasang di kantor dinas.
Layanan dibuka setiap Jumat hingga Minggu, termasuk hari libur nasional, pukul 08.00–16.00 Wita, di Kantor ESDM Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda. Fasilitas ini ditujukan untuk menekan biaya operasional harian pengemudi yang telah beralih ke motor listrik.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, mengatakan program ini lahir dari evaluasi pemanfaatan energi surya di lingkungan kantor. Pada akhir pekan atau saat aktivitas perkantoran menurun, listrik dari PLTS kerap berlebih dan tidak termanfaatkan.
“Daripada terbuang, kami buka akses agar bisa dimanfaatkan masyarakat, khususnya pengemudi ojek online yang menggunakan kendaraan listrik,” ujar Bambang, Rabu, 15 April 2026.
Menurut dia, langkah ini tidak sekadar bantuan operasional, tetapi bagian dari strategi mendorong transisi energi bersih di daerah. Insentif berupa pengisian daya gratis diharapkan mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
“Ini juga bentuk kesiapan daerah menghadapi ketidakpastian energi global. Energi terbarukan harus mulai dimaksimalkan,” kata Bambang.
Pemerintah daerah menilai Kalimantan Timur memiliki potensi besar energi surya yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Program ini menjadi salah satu upaya konkret untuk mengoptimalkan potensi tersebut sekaligus membangun ekosistem transportasi ramah lingkungan.
Melalui inisiatif ini, ESDM Kaltim berharap semakin banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Selain menekan biaya, langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah meningkatnya kebutuhan energi.
Program pengisian daya gratis ini sekaligus menjadi uji coba pemanfaatan energi surya berbasis fasilitas publik, yang ke depan berpotensi diperluas ke titik layanan lainnya di Kaltim. (TIA)
Tidak ada komentar