Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Yakin Nusantara Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
21 Agu 2026 19:34
3 menit membaca

NUSANTARA — Perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mendapat perhatian. Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas periode 2019–2024, Suharso Monoarfa, mengunjungi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (20/8/2026).

Kunjungan tersebut diterima langsung Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama jajaran. Suharso datang untuk melihat secara langsung progres pembangunan sekaligus memastikan konsep dasar yang sejak awal dirancang untuk Nusantara tetap diterapkan dalam proses pembangunannya.

Dalam kunjungan tersebut, Basuki memaparkan sejumlah perkembangan infrastruktur di kawasan IKN, salah satunya pembangunan embung yang menjadi bagian dari penerapan konsep sponge city.

Menurut Basuki, hingga saat ini telah terdapat 32 embung yang selesai dibangun dan telah difungsikan. Air dari embung tersebut antara lain dimanfaatkan untuk kebutuhan penyiraman tanaman di kawasan Nusantara.

“Embung kita ada 32 yang sudah jadi dan sudah berfungsi. Airnya dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Tahun 2026 ini kita mulai membangun 24 embung lagi, sehingga nantinya total menjadi 54 embung,” ujar Basuki.

Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengelolaan air, sejumlah embung juga dirancang memiliki fungsi estetika untuk mendukung karakter kawasan perkotaan Nusantara.

Pastikan Konsep Awal IKN Tetap Dijaga

Suharso mengatakan, kunjungannya ke IKN dilakukan untuk melihat langsung sejauh mana pembangunan Nusantara berjalan sesuai dengan konsep yang telah dirancang sejak awal.

Ia menilai keberlanjutan pembangunan IKN menjadi hal penting karena Nusantara bukan sekadar proyek pembangunan kawasan, melainkan bagian dari warisan dan legasi bangsa.

“Saya ingin menyaksikan konsistensi pembangunan IKN, karena ini merupakan legasi bangsa. Karena itu, keberlanjutan pembangunan menjadi penting,” kata Suharso.

Ia juga memberikan perhatian terhadap penerapan konsep smart city, sponge city, dan forest city yang menjadi karakter utama pembangunan Nusantara.

Menurutnya, konsep-konsep tersebut harus tetap menjadi pedoman dalam setiap tahapan pembangunan agar visi awal IKN tidak bergeser.

Dalam rangkaian kunjungan, Suharso bersama rombongan juga meninjau sejumlah proyek strategis di kawasan KIPP, termasuk SMA Taruna Nusantara Kampus IKN.

Investor Domestik Diminta Tak Ragu

Selain melihat perkembangan fisik kawasan, Suharso juga menyoroti peluang ekonomi yang muncul seiring pembangunan IKN.

Ia mendorong investor dalam negeri untuk tidak ragu mengambil bagian dalam pengembangan Nusantara. Menurutnya, keberanian investor domestik diperlukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi yang sedang dibangun di ibu kota baru.

“Perkembangannya cukup menggembirakan. Saya pikir investor-investor domestik harus berani melihat ke sini. Kalau investor dari luar saja berani, mengapa yang dari dalam negeri tidak berani,” ujarnya.

Suharso menilai pembangunan IKN memiliki skala yang cukup besar untuk menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru. Kehadiran berbagai proyek dan investasi di kawasan tersebut diyakini akan memicu terbentuknya ekosistem ekonomi yang lebih luas.

Ia bahkan menyebut Nusantara berpotensi menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

“Sesuatu yang baru, apalagi dengan magnitude yang besar seperti ini, akan membentuk economic crowd baru dan dapat menjadi mesin pertumbuhan atau engine of growth untuk Indonesia,” tegasnya.

Basuki Paparkan Perkembangan Infrastruktur

Sementara itu, Basuki Hadimuljono menyambut baik kunjungan Suharso dan rombongan. Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur IKN terus diarahkan agar sejalan dengan konsep kota yang ramah lingkungan, modern, dan berkelanjutan.

Pengembangan embung menjadi salah satu contoh penerapan konsep tersebut. Infrastruktur ini tidak hanya berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga mendukung pengelolaan air secara terpadu di kawasan Nusantara.

Dengan tambahan 24 embung yang mulai dibangun pada 2026, jumlah embung di kawasan IKN nantinya ditargetkan mencapai 54 unit.

Kunjungan Suharso tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat langsung berbagai perkembangan pembangunan KIPP Nusantara dan penerapan konsep dasar IKN di lapangan.

Otorita IKN menegaskan pembangunan akan terus diarahkan untuk mewujudkan Nusantara sebagai kota yang mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi, tata kelola, serta pertumbuhan ekonomi.

Sementara optimisme Suharso terhadap potensi IKN menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru menunjukkan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya dipandang dari sisi fisik, tetapi juga dari peluang jangka panjang dalam membentuk ekosistem ekonomi baru di Indonesia. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }