Karhutla Hanguskan 50 Hektare Lahan di Sanga-Sanga, Medan Rawa dan Gambut Hambat Pemadaman

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
21 Agu 2026 19:40
2 menit membaca

KUKAR – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (19/8/2026).

Kebakaran tersebut terjadi di sedikitnya lima titik yang berada di RT 02, RT 03, RT 05, RT 09, dan RT 11. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 50 hektare.

Kapolsek Sanga-Sanga IPTU Wahid mengatakan, penanganan dilakukan setelah petugas menerima laporan terkait munculnya titik api.

Tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya.

“Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan TNI, Damkar, perusahaan, relawan dan masyarakat,” ujar Wahid.

Personel Polsek Sanga-Sanga bersama Koramil, petugas pemadam kebakaran, tim pemadam dari perusahaan, relawan serta masyarakat hingga kini terlibat dalam proses pengendalian api.

Medan Rawa dan Gambut Jadi Kendala

Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Kondisi lahan yang didominasi semak belukar dan vegetasi kering membuat api dengan cepat menjalar.

Selain itu, petugas harus menghadapi karakteristik medan yang cukup berat karena sebagian lokasi kebakaran merupakan kawasan rawa dan lahan gambut.

Keterbatasan sumber air serta sulitnya akses menuju sejumlah titik api juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan api tidak kembali menjalar ke area yang lebih luas.

Berdasarkan informasi sementara, lahan yang terbakar terdiri dari lahan milik masyarakat dan sebagian lahan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang diketahui belum dikelola secara optimal.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan penyebab munculnya kebakaran di sejumlah titik tersebut.

Petugas masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari masyarakat maupun pihak-pihak yang mengetahui aktivitas di sekitar lokasi sebelum kebakaran terjadi.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya faktor tertentu yang memicu munculnya titik api.

“Apinya sudah dikendalikan, penyebab kebakaran masih diselidiki,” pungkas Wahid.

Petugas gabungan tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama mengingat kondisi lahan yang kering dan berada di kawasan rawa serta gambut. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }