Krisis Kekeringan Mahulu Makin Parah, Harga Beras Tembus Rp1 Juta dan Pertalite Rp35 Ribu

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
21 Agu 2026 12:25
3 menit membaca

MAHAKAM ULU – Kekeringan yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, mulai menekan kehidupan ekonomi masyarakat. Menyusutnya debit Sungai Mahakam membuat jalur distribusi melalui sungai terganggu dan berdampak langsung terhadap melonjaknya harga kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM).

Di sejumlah wilayah pelosok Mahulu, harga beras kini dilaporkan mencapai Rp1 juta per karung ukuran 25 kilogram. Padahal sebelumnya, komoditas tersebut masih berada di kisaran Rp600 ribu per karung.

Kondisi serupa terjadi pada BBM. Harga Pertalite di kawasan permukiman pedalaman bahkan mencapai Rp35 ribu per liter.

Lonjakan harga tersebut tidak terlepas dari terganggunya jalur transportasi air akibat debit Sungai Mahakam yang terus menyusut.

Kapal-kapal penumpang dan pengangkut barang berukuran besar yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung distribusi dari wilayah Kutai Barat menuju Mahakam Ulu kini kesulitan melintas.

Akibatnya, pasokan kebutuhan masyarakat menjadi tersendat. Barang yang masih dapat dikirim ke wilayah pedalaman membutuhkan biaya transportasi lebih tinggi, yang pada akhirnya ikut mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menetapkan status siaga darurat mulai Rabu (19/8/2026).

Status tersebut berlaku selama satu pekan dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan, khususnya debit air Sungai Mahakam dan dampaknya terhadap masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Darmawan, mengatakan penetapan status siaga darurat merupakan langkah pemerintah untuk memperkuat penanganan dampak kekeringan sekaligus menjaga agar kebutuhan dasar masyarakat tetap tersedia.

“Status siaga darurat ini ditetapkan sebagai langkah untuk memperkuat penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah menyusutnya Sungai Mahakam,” ujar Agus, Kamis (20/8/2026).

Melalui status tersebut, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah penanganan, termasuk penyaluran bantuan pangan dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi tantangan. Distribusi bantuan maupun pasokan kebutuhan pokok ke wilayah pelosok tetap terkendala kondisi jalur transportasi air yang tidak memungkinkan dilalui armada besar.

Pemerintah Cari Jalur Distribusi Alternatif

Kondisi Sungai Mahakam yang semakin dangkal membuat pemerintah bersama sejumlah pihak terkait harus mencari pilihan lain untuk menjaga pasokan pangan dan energi masyarakat.

Jalur distribusi alternatif menjadi kebutuhan mendesak agar kelangkaan barang tidak semakin parah dan kenaikan harga tidak terus membebani masyarakat.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar tetap dapat dikirim ke wilayah hulu Mahakam, terutama kawasan yang paling sulit dijangkau akibat rendahnya debit sungai.

Krisis ini sekaligus menunjukkan betapa vitalnya Sungai Mahakam bagi kehidupan masyarakat Mahakam Ulu. Ketika jalur sungai terganggu akibat kondisi alam, distribusi pangan, BBM, hingga kebutuhan sehari-hari ikut terdampak.

Dengan status siaga darurat yang telah ditetapkan, Pemkab Mahulu berharap langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi sehingga dampak kekeringan tidak berkembang menjadi krisis pangan dan energi yang lebih luas. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }