Anggota DPRD Kalimantan Timur, Shemmy Permata Sari (SPS), terus menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 yang digelar di berbagai wilayah daerah pemilihannya. (dok: istimewa)BONTANG – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Shemmy Permata Sari (SPS), terus menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 yang digelar di berbagai wilayah daerah pemilihannya.
Legislator dari Dapil VI yang mencakup Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur, dan Kabupaten Berau itu telah mengunjungi sedikitnya 12 titik reses untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan mendengarkan berbagai kebutuhan yang mereka sampaikan.
Dalam pertemuan tersebut, mayoritas warga mengeluhkan persoalan yang berkaitan dengan kewenangan pemerintah daerah, seperti peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan, perbaikan fasilitas umum, hingga peningkatan pelayanan publik dan program pemberdayaan masyarakat.
Meski banyak usulan berada di ranah pemerintah kota, SPS menegaskan seluruh aspirasi yang diterimanya akan tetap ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing tingkatan pemerintahan.
“Aspirasi yang menjadi kewenangan provinsi tentu akan kami perjuangkan melalui DPRD Kaltim. Sementara yang menjadi kewenangan pemerintah kota akan kami teruskan dan komunikasikan kepada pihak terkait,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat ini masih memprioritaskan program yang berkaitan dengan sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Karena itu, setiap usulan masyarakat yang sejalan dengan program prioritas tersebut memiliki peluang lebih besar untuk diperjuangkan hingga tahap realisasi.
SPS menambahkan, sejumlah aspirasi yang sebelumnya disampaikan warga kini mulai membuahkan hasil. Salah satunya adalah bantuan hibah bagi majelis taklim yang tersebar di Kota Bontang.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Shemmy Permata Sari (SPS)
Ia mengungkapkan, sekitar 15 majelis taklim telah menerima bantuan hibah yang diperjuangkan melalui skema bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Alhamdulillah, bantuan hibah untuk majelis taklim sudah terealisasi dan telah diterima oleh kurang lebih 15 majelis taklim di Bontang,” katanya.
Bagi SPS, kegiatan reses memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Melalui agenda tersebut, berbagai kebutuhan warga dapat diketahui secara langsung sekaligus dikawal agar memperoleh tindak lanjut yang jelas.
“Reses bukan hanya untuk mendengar keluhan masyarakat, tetapi juga memastikan setiap aspirasi yang memungkinkan bisa diperjuangkan hingga memberikan manfaat nyata bagi warga,” tutupnya.(*)
Tidak ada komentar