Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Muhamad Fadli Paturrahman.BALIKPAPAN – Upaya Pemerintah Kota Balikpapan untuk mewujudkan kota yang lebih terang dan aman terus berlanjut. Meski dalam empat tahun terakhir ribuan lampu penerangan jalan umum (PJU) telah terpasang, kebutuhan penerangan di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman masih cukup besar.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan mencatat masih terdapat kekurangan sekitar 5.804 titik PJU yang perlu dipenuhi agar seluruh wilayah yang membutuhkan penerangan dapat terlayani secara optimal.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan sejak 2023 hingga 2026 pemerintah telah memasang sebanyak 8.305 unit PJU dengan total anggaran mencapai Rp244 miliar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat saat beraktivitas pada malam hari.
“Sejak 2023 sampai 2026 setidaknya sudah terpasang 8.305 unit PJU dengan total anggaran sekitar Rp244 miliar,” ujar Fadli usai menghadiri audiensi bersama mahasiswa di Aula Pemerintah Kota Balikpapan, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, pembangunan PJU dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan lapangan serta kemampuan keuangan daerah. Fokus utama pemerintah adalah memastikan ruas jalan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi dan minim penerangan dapat segera memperoleh fasilitas lampu jalan.
Pada 2024, Dishub memasang lampu penerangan di sekitar 50 titik di kawasan Kilometer 13 hingga Kilometer 15. Program tersebut kemudian diperluas pada 2025 dengan penambahan sekitar 300 titik PJU yang menjangkau ruas jalan dari Kilometer 5 hingga Kilometer 23.
Sementara pada tahun 2026, pemerintah kembali mengalokasikan pembangunan penerangan jalan di 10 titik prioritas yang berada di kawasan Kilometer 8.
Meski capaian pemasangan terus meningkat, Fadli mengakui perkembangan kota yang pesat turut memunculkan kebutuhan baru terhadap infrastruktur penerangan. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya belum menjadi jalur utama kini mulai dimanfaatkan masyarakat sehingga membutuhkan dukungan penerangan yang memadai.
Salah satu contohnya adalah Jalan Mukmin Faisal yang kini berfungsi sebagai jalur penghubung alternatif dan menjadi akses mobilitas baru bagi warga.
“Masih ada kebutuhan sekitar 5.804 unit PJU karena adanya ruas jalan baru yang berkembang dan digunakan masyarakat. Salah satunya Jalan Mukmin Faisal yang sekarang menjadi jalan tembus sehingga memerlukan penerangan,” jelasnya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Dishub terus melakukan pemetaan dan pendataan terhadap titik-titik yang dinilai membutuhkan tambahan penerangan. Langkah ini dilakukan agar pembangunan PJU dapat dilaksanakan secara bertahap dan tepat sasaran sesuai skala prioritas.
“Kami prioritaskan pemasangan di jalan-jalan umum dan kawasan kampung agar Balikpapan semakin terang dan masyarakat merasa lebih aman,” tegas Fadli.
Pemkot Balikpapan menargetkan layanan penerangan jalan dapat menjangkau seluruh wilayah kota secara bertahap, termasuk kawasan permukiman, jalan lingkungan, hingga ruas jalan baru yang menjadi jalur aktivitas masyarakat. Kehadiran PJU diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mengurangi potensi kecelakaan, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman pada malam hari. (*)
Tidak ada komentar