Belasan Penerima MBG di Bontang Mengeluh Mual dan Diare, Penyebab Masih Diselidiki

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
6 Agu 2026 22:14
2 menit membaca

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan investigasi menyeluruh setelah 12 guru dan murid SDN 012 Bontang Selatan mengalami keluhan mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (5/8/2026).

Sebagai bagian dari penyelidikan, Dinkes telah mengamankan sejumlah sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bontang guna memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Totoek Pribadi Ekowati, mengatakan proses pemeriksaan laboratorium masih berlangsung dan hasilnya diperkirakan baru diketahui dalam beberapa hari ke depan.

“Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang diambil sedang berjalan dan hasilnya diperkirakan keluar beberapa hari ke depan. Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian agar seluruh informasi yang disampaikan berdasarkan bukti ilmiah, bukan spekulasi,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Sementara itu, Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, membenarkan adanya laporan gangguan pencernaan yang dialami 12 penerima manfaat program MBG.

Sebagai langkah antisipasi, BGN memutuskan menghentikan sementara distribusi makanan dari Dapur SPPG Bontang Utara 2 di Jalan KS Tubun khusus untuk SDN 012 Bontang Selatan hingga proses investigasi selesai.

“Untuk sekolah lain pasokan tetap berjalan karena sejauh ini tidak ada laporan serupa dari sekolah penerima lainnya. Namun evaluasi menyeluruh terhadap SPPG bersangkutan tetap kami jalankan,” kata Surya.

Ia memastikan seluruh guru dan murid yang mengalami keluhan telah memperoleh penanganan medis. Tim dari BGN dan Dinkes juga telah mendatangi para korban untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.

Di sisi lain, Mitra SPPG Bontang Utara 2, Rahmawati, menyatakan seluruh proses pengolahan hingga distribusi makanan pada hari kejadian telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Menurutnya, proses memasak dimulai sekitar pukul 07.00 Wita, sedangkan distribusi makanan ke SDN 012 Bontang Selatan dilakukan sekitar pukul 10.00 Wita. Laporan mengenai keluhan kesehatan baru diterima sekitar pukul 14.00 Wita.

“Semua proses sudah sesuai SOP, termasuk saat memasukkan makanan ke tempat wadah (ompreng). Kami pastikan sayuran tidak dimasukkan dalam kondisi panas agar tidak lembap dan mudah basi. Namun, kami sepenuhnya menyerahkan dan menunggu hasil uji laboratorium dari Dinkes,” ujar Rahmawati.

Hingga saat ini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemerintah meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi resmi yang tengah dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama Badan Gizi Nasional. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }