Ratusan Warga Balikpapan Barat Dibekali Edukasi Kedaruratan dan Mitigasi Bencana

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
23 Jul 2026 00:28
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan bersama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan operasional kilang. Melalui kegiatan sosialisasi keselamatan dan edukasi kedaruratan, warga dibekali pengetahuan menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari kebakaran rumah tangga hingga kondisi darurat yang berkaitan dengan aktivitas industri.

Kegiatan yang digelar di Kecamatan Balikpapan Barat, Selasa (21/7/2026), itu diikuti puluhan warga, ketua RT, dan perwakilan masyarakat dari sejumlah kelurahan yang berada di kawasan ring satu kilang.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.

Menurutnya, perkembangan operasional Kilang Pertamina Balikpapan perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai prosedur keselamatan dan langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi kedaruratan.

“Dengan adanya perkembangan di kawasan kilang, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar dan terbaru terkait prosedur keselamatan. Harapannya, apabila terjadi situasi darurat, masyarakat dapat memahami langkah yang harus dilakukan sebelum petugas melakukan penanganan,” ujar Usman, Rabu (22/7/2026).

Ia menilai kolaborasi antara BPBD dan KPB menjadi langkah strategis dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan industri yang memiliki potensi risiko tertentu.

Selain materi terkait prosedur tanggap darurat, peserta juga mendapatkan pelatihan praktis penanganan kebakaran skala kecil yang sering terjadi di lingkungan permukiman, seperti kebakaran akibat kompor gas maupun korsleting listrik.

Warga diperkenalkan dengan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta diberikan kesempatan melakukan simulasi pemadaman api secara langsung.

“Pelatihan ini bertujuan memberikan kemampuan dasar kepada masyarakat untuk menangani kebakaran kecil sebelum berkembang menjadi lebih besar. Namun yang paling penting adalah meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai aspek keselamatan di lingkungan tempat tinggal mereka,” jelas Usman.

Sementara itu, Camat Balikpapan Barat, Erwin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar kilang, khususnya di Kelurahan Baru Tengah, Baru Ilir, Margasari, dan Baru Ulu.

Menurutnya, sosialisasi seperti ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

“Kegiatan ini sangat positif karena mengingatkan kembali masyarakat tentang pentingnya keselamatan dan mitigasi bencana. Apalagi wilayah Balikpapan Barat berada dekat dengan kawasan Kilang Pertamina, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik serta menghindari kebiasaan membakar sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.

Erwin berharap para ketua RT yang mengikuti kegiatan tersebut dapat meneruskan informasi dan pengetahuan yang diperoleh kepada warga di lingkungan masing-masing sehingga manfaat sosialisasi dapat dirasakan lebih luas.

Di sisi lain, VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa edukasi kebencanaan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar sekaligus memperkuat budaya keselamatan di kawasan operasional kilang.

Menurutnya, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai langkah yang harus dilakukan saat menghadapi bencana, termasuk prosedur evakuasi, identifikasi potensi risiko lingkungan, hingga tindakan awal yang dapat dilakukan sebelum petugas datang ke lokasi.

“Kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan. Yang terpenting, masyarakat tidak panik dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Asep.

Ia menambahkan, program edukasi tersebut tidak hanya dilaksanakan di Balikpapan Barat, tetapi juga menyasar wilayah Balikpapan Kota. Tercatat sebanyak 172 peserta mengikuti kegiatan di Balikpapan Barat dan 94 peserta di Balikpapan Kota.

Melalui kegiatan ini, KPB berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga budaya kesiapsiagaan dapat tumbuh di tengah masyarakat dan risiko bencana dapat diminimalkan bersama,” tutupnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }