
WARGA permukiman atas laut Malahing, Kelurahan Tanjung Laut Indah, dikejutkan oleh robohnya fasilitas penampungan sampah, Kamis (23/4/2026) sekira pukul 19.30 Wita. Bangunan yang menjadi pusat pengelolaan sampah warga itu ambruk dan tenggelam ke laut, memicu kepanikan di lokasi.
Dalam rekaman video yang beredar, struktur bangunan terlihat runtuh secara perlahan sebelum akhirnya hanyut. Sejumlah warga bergegas mendatangi lokasi untuk menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diambil dari reruntuhan.
Ketua RT 30 Tanjung Laut Indah, Nasir, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah muncul beberapa hari sebelumnya, terutama saat hujan disertai angin kencang yang membuat bangunan bergoyang.
“Baru roboh habis magrib. Dampaknya sampai rumah di sebelah fasilitas itu, tiangnya juga ikut sedikit miring,” kata Nasir, Jumat (24/4/2026).
Ia menduga penyebab utama robohnya bangunan adalah faktor usia. Tiang penyangga berbahan kayu disebut sudah lapuk dan dipenuhi kapang. Selain itu, beban bangunan yang cukup berat, terutama dari dinding semen, turut mempercepat kerusakan struktur.
Bangunan tersebut selama ini berfungsi sebagai penampungan utama sampah warga sebelum diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke darat sebanyak dua kali dalam sebulan. Dengan kapasitas yang besar, fasilitas itu menampung hampir seluruh limbah rumah tangga di kawasan tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga kini menghadapi persoalan baru terkait pengelolaan sampah. Tanpa fasilitas penampungan, sampah berpotensi menumpuk di rumah masing-masing dan meningkatkan risiko gangguan kebersihan serta kesehatan lingkungan.
Nasir mengatakan pihaknya akan segera melaporkan kejadian ini ke pihak kelurahan. Ia berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan pembangunan kembali fasilitas tersebut.
“Hari ini saya akan melaporkan ke kelurahan. Harapannya pemerintah bisa membantu karena ini fasilitas penting untuk kebersihan lingkungan kami,” ujarnya. [FR]
Tidak ada komentar