Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah.SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer non-ASN yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan di berbagai daerah, termasuk kawasan terpencil.
Melalui program bantuan insentif, Pemprov Kaltim telah menyalurkan dukungan finansial kepada sekitar 25 ribu guru honorer yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Benua Etam.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, mengatakan setiap guru penerima memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu per bulan yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing.
“Alhamdulillah, sekitar 25 ribu guru honorer sudah terakomodasi dan bantuan telah ditransfer langsung ke rekening mereka. Saat ini program tersebut memang diprioritaskan untuk guru honorer sesuai komitmen kepala daerah,” ujarnya.
Menurut Dasmiah, perhatian terhadap guru honorer menjadi penting karena masih terdapat kesenjangan kesejahteraan yang cukup signifikan dibandingkan tenaga pendidik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Karena itu, pemerintah daerah memilih memfokuskan program bantuan kepada para guru non-ASN sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka di dunia pendidikan.
“Kami melihat masih ada perbedaan kesejahteraan yang cukup jauh antara guru honorer dan guru ASN. Itulah yang menjadi alasan utama program ini diarahkan untuk membantu mereka,” jelasnya.
Ia menuturkan, banyak guru honorer yang menjalankan tugas mengajar di wilayah pelosok dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. Bahkan, sebagian di antaranya tetap mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak meski hanya berbekal pendidikan setingkat SMA.
Menurutnya, dedikasi para guru tersebut layak mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah.
“Masih banyak guru honorer yang bertugas di daerah terpencil, termasuk kawasan perkebunan sawit. Meski dengan keterbatasan, mereka tetap berkomitmen mendidik generasi penerus bangsa,” katanya.
Program bantuan insentif ini menyasar sejumlah daerah yang selama ini memiliki tantangan akses dan pemerataan pendidikan, seperti Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Barat, Paser, dan Berau.
Dasmiah memastikan seluruh wilayah yang menjadi target program kini telah terjangkau sehingga manfaat bantuan dapat dirasakan lebih merata oleh para tenaga pendidik.
“Daerah-daerah prioritas seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, Paser, dan Berau sudah berhasil kami jangkau melalui program ini,” ujarnya.
Pemprov Kaltim berharap bantuan insentif tersebut tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan guru honorer, tetapi juga menjadi motivasi bagi para tenaga pendidik untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik, khususnya di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas. (*)
Tidak ada komentar