Tak Digaji Berbulan-Bulan, Pekerja Teras Samarinda Terpaksa Tinggal di Gudang

Redaksi
27 Feb 2025 21:03
2 menit membaca

SAMARINDA – Sebanyak 84 pekerja proyek Teras Samarinda hingga kini belum menerima upah mereka, meskipun proyek yang digadang-gadang menjadi ikon baru ibu kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) itu telah rampung dikerjakan. Para pekerja yang merasa dirugikan pun mulai mencari keadilan dengan mengadukan nasib mereka ke berbagai pihak.

Pada Kamis (27/2/2025), perwakilan dari puluhan pekerja, didampingi Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, mendatangi DPRD Samarinda guna meminta solusi atas permasalahan ini.

Biro Hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman, mengungkapkan bahwa aduan pertama kali diterima dari seorang istri pekerja yang kini harus menanggung beban ekonomi akibat tidak dibayarnya upah suaminya. Akibat tekanan ekonomi yang semakin berat, pasangan tersebut akhirnya berpisah.

“Pertama kali yang melapor ke kami adalah seorang perempuan. Suaminya tidak sanggup lagi membayar utang rumah, hingga akhirnya mereka harus berpisah. Kini, ibu itu tinggal di gudang karena tidak memiliki tempat tinggal,” ujar Sudirman.

TRC PPA Kaltim, lanjut Sudirman, telah menerima kuasa dari para pekerja dan berencana membawa kasus ini ke ranah hukum. Selain melaporkan ke DPRD, mereka juga akan melanjutkan persoalan ini hingga ke Kejaksaan Negeri (Kejari), Kejaksaan Tinggi (Kejati), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena adanya dugaan penyalahgunaan anggaran.

Sudirman menduga terdapat indikasi penyalahgunaan anggaran dalam proyek yang menelan biaya Rp36,9 miliar dari APBD Samarinda tersebut. Ia menegaskan pihaknya akan melaporkan kasus ini secara resmi agar bisa diusut tuntas.

“Kami akan melaporkan dugaan penyalahgunaan anggaran pembangunan Teras Samarinda ke Kejari, Kejati, dan KPK. Kami juga meminta kejaksaan segera memanggil pihak terkait, baik dari unsur pemerintah maupun swasta yang terlibat dalam proyek ini,” tegasnya.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah menyerahkan seluruh anggaran pembangunan Teras Samarinda kepada pihak kontraktor, yakni PT Samudera Anugrah Indah Permai asal Jakarta. Namun, hingga kini perusahaan tersebut belum membayarkan hak pekerja yang totalnya mencapai sekitar Rp500 juta.

Salah satu yang menjadi perhatian TRC PPA Kaltim adalah ketidakhadiran pihak kontraktor dalam rapat-rapat dengan DPRD. Sudirman bahkan menyebut kontraktor proyek Teras Samarinda sebagai “siluman” karena tidak pernah memberikan kejelasan terkait pembayaran upah pekerja.

“Saya pastikan ini kontraktor siluman. Anggota DPRD pun tidak pernah bertemu langsung dengan mereka. Yang ada hanya perwakilan pemerintah yang bertemu dengan pihak kontraktor. Oleh karena itu, kami meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }
news-0612-mu

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

8881

8882

8883

8884

8885

8886

8887

8888

8889

8890

8891

8892

8893

8894

8895

8941

8942

8943

8944

8945

8946

8947

8948

8949

8950

8952

8953

8954

8955

9001

9002

9003

9004

9005

9006

9007

9008

9009

9010

9011

9012

9013

9014

9015

10031

10032

10033

10034

10035

10036

10037

10038

10039

10040

10041

10042

10043

10044

10045

8896

8897

8898

8899

8900

8956

8957

8958

8959

8960

8961

8962

8963

8964

8965

8966

8967

8968

8969

8970

9016

9017

9018

9019

9020

9021

9022

9023

9024

9025

9026

9027

9028

9029

9030

10046

10047

10048

10049

10050

10051

10052

10053

10054

10055

10056

10057

10058

10059

10060

8971

8972

8973

8974

8975

8976

8977

8978

8979

8980

8981

8982

8983

8984

8985

9031

9032

9033

9034

9035

9036

9037

9038

9039

9040

9041

9042

9043

9044

9045

8866

8867

8868

8869

8870

8871

8872

8873

8874

8875

8876

8877

8878

8879

8880

8996

8997

8998

8999

9000

9046

9047

9048

9049

9050

9051

9052

9053

9054

9055

10061

10062

10063

10064

10065

10066

10067

10068

10069

10070

10001

10002

10003

10004

10005

10006

10007

10008

10009

10010

10011

10012

10013

10014

10015

10016

10017

10018

10019

10020

10021

10022

10023

10024

10025

10026

10027

10028

10029

10030

10071

10072

10073

10074

10075

10076

10077

10078

10079

10080

10081

10082

10083

10084

10085

news-0612-mu