Kondisi jalan menuju SDN 022 Balikpapan Timur di kawasan Batakan terlihat berlumpur dan berlubang usai diguyur hujan. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar aktivitas siswa dan guru tidak terganggu serta keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.BALIKPAPAN – Kondisi akses menuju SD Negeri (SDN) 022 Balikpapan Timur di kawasan Batakan kembali menjadi sorotan. Jalan utama yang digunakan ratusan siswa, guru, dan warga setiap hari dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, terutama saat hujan turun yang membuat badan jalan berubah menjadi lumpur dan dipenuhi genangan air.
Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian besar jalan masih berupa tanah bercampur batu. Ketika hujan mengguyur, permukaan jalan menjadi licin dan berlumpur sehingga menyulitkan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh.
Sejumlah titik juga terlihat berlubang dan tergenang air, membuat mobilitas warga maupun aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut menjadi kurang nyaman.
Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan fasilitas sekolah yang telah berdiri cukup representatif. Warga berharap perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada pembangunan gedung pendidikan, tetapi juga pada infrastruktur penunjang yang menjadi akses utama menuju sekolah.
Salah seorang warga Batakan, Darwis, mengaku kerusakan jalan tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, akses tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui ratusan siswa, tenaga pendidik, serta orang tua murid.
“Sayang sekali fasilitas sekolahnya sudah cukup baik, tetapi akses menuju lokasi masih dalam kondisi rusak,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Ia menuturkan, kondisi jalan semakin menyulitkan ketika musim hujan tiba. Lumpur yang menutupi badan jalan membuat banyak siswa harus berangkat ke sekolah dalam keadaan sepatu dan seragam kotor sebelum memasuki ruang kelas.
“Kalau hujan, jalan menjadi sangat becek. Anak-anak sering datang ke sekolah dengan sepatu dan pakaian yang sudah kotor karena harus melewati jalan berlumpur,” katanya.
Selain mengganggu kenyamanan, Darwis juga menyoroti aspek keselamatan pengguna jalan. Jalan yang licin dan berlubang dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang mendominasi lalu lintas di kawasan tersebut.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Balikpapan segera melakukan peningkatan kualitas jalan, baik melalui pengaspalan maupun perbaikan permanen lainnya.
“Kalau sekolahnya sudah bagus, akses jalannya juga harus layak. Jangan sampai semangat anak-anak untuk belajar terhambat karena harus melewati jalan yang rusak setiap hari,” tuturnya.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah penanganan terhadap akses jalan menuju SDN 022 Balikpapan Timur.
Menurutnya, perbaikan jalan tersebut akan diusulkan melalui skema pendanaan Belanja Tidak Terduga (BTT) agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Penanganannya akan kami ajukan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT),” kata Irfan saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, penggunaan dana BTT diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan sehingga akses menuju sekolah bisa segera digunakan dengan lebih aman dan nyaman oleh siswa maupun masyarakat sekitar.
Warga berharap rencana tersebut segera direalisasikan mengingat jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju SDN 022 Balikpapan Timur. Perbaikan infrastruktur dinilai penting untuk mendukung kelancaran proses pendidikan sekaligus menjamin keselamatan para siswa, terutama saat musim penghujan.
Bagi masyarakat sekitar, keberadaan sekolah yang baik harus didukung oleh akses yang memadai. Dengan kondisi jalan yang layak, aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan para siswa bisa berangkat ke sekolah tanpa harus khawatir menghadapi jalan berlumpur dan berbahaya setiap harinya. (*)
Tidak ada komentar