Tangkapan layar video pernyataan Rudy Mas’ud.
GUBERNUR Kaltim Rudy Mas’ud memilih bungkam ketika dicecar pertanyaan oleh wartawan usai aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Gubernur, namun menyampaikan pernyataannya melalui video yang diunggah Rabu (22/4/2026) sekira pukul 05.30 WITA.
Ketidakhadiran Rudy di hadapan wartawan setelah aksi menjadi sorotan, mengingat demonstrasi sempat diwarnai ketegangan akibat ulah oknum tak dikenal. Alih-alih konferensi pers atau wawancara langsung, pernyataan resmi justru disampaikan melalui kanal media sosial pribadinya yang bekolaborasi dengan akun resmi Pemprov Kaltim.
Dalam video tersebut, Rudy menyebut aksi mahasiswa sebagai “berkelas” dan menilai aspirasi yang disampaikan memiliki arti penting bagi pemerintah daerah.
“Masukan hari ini sangat berarti dan sangat berkelas. Semoga ke depan kami dan seluruh Pemprov Kalimantan Timur berakselerasi untuk memperbaiki kinerja,” ujar Rudy.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah membutuhkan peran mahasiswa dan masyarakat sebagai “mata dan telinga” untuk mengawasi jalannya pemerintahan serta mendorong evaluasi kinerja secara menyeluruh.
Selain itu, Rudy menyampaikan apresiasi kepada aparat TNI dan Polri yang dinilai berhasil menjaga situasi tetap kondusif hingga massa membubarkan diri dengan tertib.
Namun, pilihan komunikasi melalui video dan tidak adanya interaksi langsung dengan wartawan memunculkan respons beragam di ruang publik. Sejumlah warganet mempertanyakan sikap tersebut, terutama di tengah situasi pascaaksi yang dinilai masih memerlukan penjelasan terbuka.
Di sisi lain, komentar publik juga menyoroti dugaan adanya pihak luar yang memicu ketegangan saat aksi berlangsung, serta mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum yang melakukan tindakan anarkis.
Sejumlah isu lain turut mengemuka dalam perbincangan warganet, mulai dari transparansi anggaran hingga praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), yang disebut-sebut menjadi latar tuntutan mahasiswa.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan video Gubernur Kaltim tersebut terus mendapat beragam komentar dan dibagikan di berbagai platform, di tengah masih berlangsungnya diskursus publik terkait sikap pemerintah pascademonstrasi. [DIAS]
Tidak ada komentar