Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano.
POLRES Bontang melakukan penyekatan jalan pada Selasa (21/4/2026) pagi untuk membatasi pergerakan massa aksi menuju Kota Samarinda. Kegiatan dimulai pukul 07.00 Wita di dua jalur utama, yakni Jalan Poros Bontang–Samarinda dan Jalan Poros Muara Badak–Samarinda.
Penyekatan difokuskan di dua titik strategis, yakni Tugu Selamat Datang Bontang (Ambon 1) dan Simpang 4 Muara Badak. Langkah ini diambil sebagai upaya mengurangi konsentrasi massa yang direncanakan mengikuti aksi unjuk rasa di Samarinda pada hari yang sama.
Sebelum pelaksanaan, Polres Bontang menggelar apel kesiapan di Tugu Selamat Datang Bontang yang dipimpin Kasubbag Bin Ops AKP Imam Jayadi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pelaksanaan tugas secara profesional dengan mengedepankan pendekatan preemtif.
“Kami meminta personel menghindari tindakan represif dan mengutamakan sikap humanis, sopan, serta komunikatif saat memberikan imbauan kepada masyarakat,” ujar Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, seluruh anggota diingatkan untuk bekerja sesuai prosedur operasional standar (SOP) serta menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan.
Di lapangan, penyekatan di Tugu Selamat Datang Bontang dipimpin KBO Sat Lantas Iptu Supriyadi dengan melibatkan 20 personel. Sementara itu, di Simpang 4 Muara Badak, kegiatan dipimpin Kapolsek Muara Badak Iptu Danang Wahyu Rahardika bersama Wakapolsek Iptu Nursalim dengan dukungan 10 personel.
Selain dua titik utama, pengawasan juga dilakukan di Simpang 6 Desa Badak Baru yang menjadi titik kumpul massa serta di Jalan Poros Samarinda–Bontang, tepatnya di Desa Tanah Datar. Titik-titik ini dinilai rawan menjadi jalur pergerakan peserta aksi menuju ibu kota provinsi.
Usai kegiatan, Polres Bontang menggelar apel konsolidasi yang dipimpin Kabag Ops Kompol Supriyadi. Dalam evaluasinya, ia menyampaikan bahwa penyekatan berlangsung aman dan lancar sesuai rencana.
Ia juga mengapresiasi kinerja personel di lapangan yang dinilai mampu menjalankan tugas secara disiplin dan profesional. Seluruh anggota diminta tetap menjaga sikap humanis serta mendokumentasikan kegiatan sebagai bahan evaluasi ke depan. [RIL]
Tidak ada komentar