160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Petugas Lapas Narkotika Samarinda Gagalkan Penyelundupan Ganja dalam Nasi Bungkus

Penyelundupan narkoba jenis ganja kering melalui empat bungkus nasi pecel berhasil digagalkan petugas Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda (HO/Lapas Narkotika Samarinda)
750 x 100 AD PLACEMENT

PETUGAS Lembaga Pemasyarakatan alias Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda menggagalkan penyelundupan narkoba jenis ganja yang diselipkan dalam empat bungkus nasi pecel. Nasi itu dibawa laki-laki berinisial A (28) untuk seorang narapidana MF.

“Penyelundupan ganja tersebut dilakukan melalui titipan makanan berupa empat bungkus nasi pecel yang diantarkan laki-laki berinisial A,” kata Kalapas Narkotika Kelas II A Samarinda Hidayat di Samarinda, Senin (10/4/2023).

Digagalkannya penyelundupan ganja dalam nasi bungkus itu, kata dia, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan secara teliti.

Dia menceritakan, awalnya barang haram tersebut dibawa oleh pengunjung berinisial A dengan ditujukan pengantaran kepada salah satu Warga Binaan Lapas Narkotika Samarinda berinisial MF.

Motif pengantaran yang diselipkan narkoba jenis ganja di dalamnya tersebut, melalui titipan makanan, seperti motif-motif penyelundupan pada kasus sebelumnya.

Hidayat menyampaikan, berkat ketelitian petugas saat melakukan pemeriksaan, ditemukan gumpalan daun kering yang tak wajar, yang kemudian diketahui bahwa daun kering tersebut adalah ganja.

Ia menerangkan, daun ganja yang ditumpuk bercampur dengan sayur bayam pada empat bungkus nasi pecel tersebut dengan berat lebih kurang 13,91 gram.

“Atas kejadian tersebut, pengunjung dan barang titipan tersebut diamankan oleh petugas, kemudian pihak Lapas Narkotika Samarinda langsung melakukan koordinasi kepada Polresta Samarinda untuk diproses lebih lanjut,” ungkapnya. (*)

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Print Friendly, PDF & Email

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

930 x 180 AD PLACEMENT