419 ASN Perempuan Balikpapan Jalani Vaksinasi HPV, Pemkot Perkuat Pencegahan Kanker Serviks

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
26 Okt 2026 14:44
4 menit membaca

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong pencegahan kanker serviks melalui program vaksinasi *Human Papillomavirus* (HPV) bagi aparatur sipil negara (ASN) perempuan dan keluarga di lingkungan pemerintah kota.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) 2026. Pelaksanaannya melibatkan Pemkot Balikpapan, Korpri, PT Bio Farma, serta tenaga kesehatan.

Asisten III Bidang Administrasi Pembangunan Pemkot Balikpapan, Andi Sri Juliarty, mengatakan kesehatan merupakan modal utama bagi ASN untuk menjalankan tugas pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat membacakan sambutan Wali Kota Balikpapan dalam kegiatan vaksinasi HPV, Senin (26/10/2026).

“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya menyampaikan apresiasi kepada Korpri Balikpapan, PT Bio Farma, seluruh tenaga kesehatan dan panitia yang telah bekerja sama menyelenggarakan kegiatan ini,” kata Andi Sri Juliarty.

Menurutnya, pengabdian Korpri tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas pemerintahan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan ASN beserta keluarganya.

Ia menekankan bahwa upaya menjaga kesehatan perlu dimulai melalui pencegahan, bukan hanya dilakukan ketika seseorang telah jatuh sakit. Karena itu, ASN didorong membangun pola hidup sehat dan memanfaatkan layanan kesehatan sesuai kebutuhan.

“Menjaga kesehatan tidak boleh menunggu sampai kita jatuh sakit. Kita perlu membangun kesadaran untuk melakukan pencegahan, menjalani pola hidup sehat dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Andi, yang akrab disapa Dio, menjelaskan bahwa vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah untuk mengurangi risiko kanker serviks. Meski demikian, vaksinasi perlu diikuti dengan edukasi kesehatan dan pemeriksaan sesuai usia serta rekomendasi tenaga kesehatan.

Ia juga mengingatkan peserta agar memperhatikan tahapan vaksinasi yang diperlukan untuk memperoleh perlindungan sesuai jadwal yang dianjurkan.

“Setelah mendapatkan vaksin nanti tetap mengikuti edukasi yang diberikan dan jangan lupa menindaklanjuti sampai selesainya tiga kali,” katanya.

Andi turut meminta kepala perangkat daerah membantu menyosialisasikan program tersebut kepada ASN di lingkungan kerja masing-masing. Informasi yang disampaikan mencakup persyaratan peserta, jadwal pelaksanaan, biaya apabila ada, serta tahapan vaksinasi lanjutan.

“Kita ingin membangun lingkungan kerja yang produktif di Balikpapan, sehat dan peduli terhadap kesehatan pegawainya,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan sekaligus Ketua Panitia HUT ke-55 Korpri, Alwiati, mengatakan program vaksinasi HPV merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit melalui imunisasi.

Menurutnya, vaksinasi HPV tidak hanya menyasar perempuan usia produktif, tetapi juga diberikan kepada anak-anak melalui program imunisasi di sekolah, termasuk siswa kelas V dan VI SD serta kelas IX.

“Vaksin HPV merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya infeksi penyebab kanker serviks,” kata Alwiati.

Ia menjelaskan, kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan. Dalam paparannya, Alwiati menyebut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat sekitar 660 ribu kasus kanker serviks di dunia pada 2022, dengan sekitar 350 ribu kematian.

Sementara di Indonesia, pada tahun yang sama diperkirakan terdapat sekitar 36 ribu kasus baru dan 21 ribu kematian akibat penyakit tersebut.

Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk vaksinasi HPV dan skrining untuk mendeteksi risiko infeksi sejak dini.

“Selain pemberian vaksinasi HPV, kami juga melakukan screening HPV DNA,” ujarnya.

Vaksinasi HPV bertujuan memberikan perlindungan terhadap jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker, sedangkan pemeriksaan HPV DNA digunakan untuk mendeteksi keberadaan materi genetik HPV berisiko tinggi.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Alwiati menyebut sebanyak 419 peserta telah mendapatkan vaksinasi HPV. Ia juga menyampaikan terdapat 75 peserta baru yang mengikuti vaksinasi.

“Total yang sudah tervaksin adalah 419 peserta dan sudah selesai sampai pada dosis tiga. Kemudian, untuk wanita, kota juga sudah melaksanakan vaksinasi pada 75 peserta baru,” katanya.

Alwiati berharap program tersebut dapat meningkatkan kesadaran ASN perempuan untuk melakukan pencegahan kanker serviks sejak dini sekaligus mendorong semakin banyak perempuan memanfaatkan layanan kesehatan preventif.

“Kami berharap seluruh ASN perempuan dapat memanfaatkan program ini sehingga pencegahan terhadap penyakit dapat dilakukan lebih baik,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Andi juga mengingatkan ASN dan jajaran Pemkot Balikpapan untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi udara yang masih terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Pemkot Balikpapan berharap penguatan program pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran menjaga kesehatan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, serta mampu memberikan pelayanan publik secara optimal. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }