18 Bandara Kalimantan Diterjang Kabut Asap, 409 Penerbangan Terganggu

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
22 Sep 2026 14:41
3 menit membaca

BALIKPAPAN — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan.

Dampaknya tak main-main. Dalam sepekan, sebanyak 409 penerbangan di 18 bandara yang tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara terdampak kabut asap.

Jumlah tersebut melonjak tajam dibandingkan pekan sebelumnya. Data Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII mencatat, pada periode 7-13 September 2026 terdapat 159 penerbangan yang terdampak.

Angka itu kemudian melonjak menjadi 409 penerbangan pada periode 14-20 September 2026 atau bertambah 250 penerbangan hanya dalam satu pekan.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengatakan peningkatan tersebut mencapai sekitar 157,2 persen.

“Kalau dari 14 sampai dengan 20 September 2026 ada kenaikan yang sangat signifikan, memang terjadi terhadap 409 penerbangan yang terdampak. Ini terlihat signifikan kenaikannya yaitu sekitar 250 penerbangan,” kata Ferdinan, Selasa (22/9/2026).

Dari total penerbangan yang terdampak, sebanyak 141 mengalami keterlambatan atau delay. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya mencatat 49 penerbangan.

Sementara itu, 254 penerbangan lainnya mengalami pembatalan atau penundaan, naik dari 106 penerbangan pada periode sebelumnya.

“Untuk keterlambatan atau delay, di minggu yang lalu ada 49, kalau sekarang menjadi 141. Dipresentasikan kurang lebih sekitar 187,8 persen,” ujarnya.

Sedangkan untuk pembatalan maupun penundaan, jumlahnya meningkat sekitar 139,6 persen.

“Sedangkan dampak operasional yang lainnya terkait dengan pembatalan ataupun penundaan, minggu lalu ada 106 penerbangan dan minggu ini ada 254 penerbangan,” kata Ferdinan.

Tak hanya delay dan pembatalan. Sebanyak 14 penerbangan terpaksa dialihkan ke bandara lain karena kondisi bandara tujuan tidak memungkinkan untuk didarati.

Palangka Raya Paling Terdampak

Dari tiga provinsi yang masuk wilayah kerja Otban Wilayah VII, Kalimantan Tengah menjadi daerah dengan dampak gangguan penerbangan paling besar.

Bandara di Palangka Raya menjadi salah satu titik yang mengalami gangguan signifikan akibat penurunan jarak pandang.

“Memang yang paling banyak terdampak itu ada di Kalimantan Tengah, yaitu Palangkaraya,” ujar Ferdinan.

Kabut asap menyebabkan jarak pandang di sejumlah bandara turun drastis. Kondisi tersebut membuat aktivitas lepas landas maupun pendaratan pesawat harus menyesuaikan aspek keselamatan penerbangan.

Gangguan serupa juga terjadi di Kalimantan Timur. Bandara APT Pranoto Samarinda menjadi salah satu yang terdampak.

Dalam sepekan terakhir, sedikitnya 33 penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda terganggu akibat kabut asap.

Dari jumlah tersebut, 24 penerbangan mengalami keterlambatan, tujuh penerbangan dibatalkan, sementara dua penerbangan dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Di sejumlah bandara, kondisi jarak pandang bahkan dilaporkan berada pada kisaran 50 hingga 500 meter.

Secara keseluruhan, 18 bandara yang terdampak terdiri atas delapan bandara di Kalimantan Tengah, lima bandara di Kalimantan Timur, dan lima bandara di Kalimantan Utara.

Meningkatnya gangguan penerbangan tersebut terjadi bersamaan dengan kembali meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan dalam sepekan terakhir.

Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah, termasuk kawasan bandara, dengan jarak pandang yang pada kondisi tertentu berada di bawah 500 meter.

Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan harus mengutamakan faktor keselamatan. Jadwal keberangkatan maupun kedatangan dapat berubah menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang di masing-masing bandara.

Mengantisipasi dampak kabut asap terhadap perjalanan udara, Otban Wilayah VII mengimbau calon penumpang yang penerbangannya terdampak untuk melakukan penjadwalan ulang dengan menyesuaikan kondisi operasional bandara.

Maskapai juga diminta memberikan pengembalian dana atau full refund kepada penumpang yang penerbangannya terdampak, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lonjakan dari 159 menjadi 409 penerbangan terdampak dalam sepekan menjadi gambaran semakin besarnya pengaruh kabut asap karhutla terhadap konektivitas udara di Kalimantan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }