Angka Pengangguran Bontang Turun, Neni Bidik 500 Wirausaha Baru Tiap Tahun

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
15 Sep 2026 21:45
3 menit membaca

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang terus mendorong penurunan angka pengangguran dengan memperluas akses pelatihan sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk menciptakan sumber pendapatan sendiri.

Terbaru, sebanyak 48 warga Bontang mengikuti Pelatihan Project Based Learning (PBL) bidang digitalisasi yang dibuka Wali Kota Bontang Neni Moernaeni di Auditorium 3 Dimensi Bontang, Selasa (15/9/2026).

Pelatihan tersebut difasilitasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, LPK APTEKOM dan LPK SUVI Training Bontang.

Neni mengatakan, pelatihan vokasi tidak semestinya hanya diarahkan untuk mencetak tenaga kerja yang siap masuk perusahaan.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh peserta juga harus bisa menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi.

“Kita harapkan setelah pelatihan ini ada kemandirian. Tidak semua harus bekerja di perusahaan, tetapi dengan ilmu yang dimiliki bisa menjadi konten kreator atau afiliasi yang mampu menghasilkan pendapatan mandiri,” kata Neni.

Pengangguran Turun dari 7 Persen

Neni mengungkapkan, berbagai program pemerintah di bidang ketenagakerjaan mulai menunjukkan hasil.

Tingkat pengangguran di Bontang disebut telah turun dari sekitar 7 persen menjadi 6,32 persen.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperbanyak agenda job fair untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.

Dalam pelaksanaannya, lebih dari 4.000 pencari kerja telah dipertemukan dengan dunia usaha melalui agenda tersebut, dengan tersedia 437 posisi pekerjaan dan pemagangan.

Namun, pemerintah tidak ingin strategi penanganan pengangguran hanya bergantung pada kemampuan perusahaan menyerap tenaga kerja.

Pemkot Bontang juga mendorong masyarakat menciptakan lapangan pekerjaan melalui kewirausahaan.

Targetnya, sebanyak 500 wirausahawan baru dapat lahir setiap tahun.

Upaya tersebut salah satunya didukung kemudahan perizinan usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Dari layanan tersebut, tercatat 657 Nomor Induk Berusaha (NIB) baru telah diterbitkan. Jumlah itu melampaui target yang sebelumnya ditetapkan pemerintah.

Alumni Pelatihan Diminta Tak Hilang dari Pantauan

Neni juga meminta agar program pelatihan tidak berhenti pada seremoni penyerahan sertifikat.

Ia menginstruksikan Dinas Ketenagakerjaan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan untuk memantau perkembangan peserta setelah menyelesaikan pelatihan.

Pemantauan tersebut nantinya dilakukan melalui dasbor data digital yang terintegrasi.

Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat mengetahui apakah peserta pelatihan benar-benar terserap dunia kerja, membuka usaha, atau justru belum mengalami perubahan setelah mengikuti pelatihan.

Langkah itu dinilai penting agar anggaran dan program pelatihan yang digulirkan pemerintah dapat diukur dampaknya secara nyata.

Sementara itu, Kepala BPVP Samarinda Eka Cahyana Adi menyampaikan bahwa pemerintah pusat juga terus memperluas program pelatihan vokasi di kawasan Kalimantan.

Melalui APBN 2026, sekitar 17.200 orang di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan ditargetkan mengikuti pelatihan.

Pemkot Bontang menyatakan siap memanfaatkan kuota pelatihan yang tersedia secara maksimal.

Harapannya, keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak hanya meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi di tengah perubahan kebutuhan industri dan berkembangnya ekonomi digital. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }