Anak Muda Turun ke Sawah, Kaltim Bentuk 70 Brigade Pangan Berbasis Teknologi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
10 Jul 2026 18:22
3 menit membaca

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menggenjot penguatan sektor pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan yang melibatkan generasi muda sebagai ujung tombak peningkatan produksi pangan daerah.

Program ini menjadi salah satu strategi untuk mendukung percepatan swasembada pangan sekaligus mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi.

Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur mencatat, hingga saat ini sebanyak 70 Brigade Pangan telah terbentuk dan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan setiap brigade beranggotakan 15 orang yang mayoritas berasal dari kalangan anak muda. Seluruh kelompok tersebut juga mendapat dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat untuk menunjang aktivitas pertanian modern.

“Di Kalimantan Timur saat ini sudah terbentuk 70 Brigade Pangan yang seluruh anggotanya merupakan anak-anak muda. Setiap brigade beranggotakan 15 orang dan didukung alsintan dari pemerintah pusat,” ujar Fahmi di Samarinda.

Menurutnya, pembentukan Brigade Pangan tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menjadi upaya regenerasi petani agar sektor pertanian semakin diminati generasi muda.

Keberadaan brigade tersebut nantinya akan terlibat dalam berbagai program strategis, termasuk program cetak sawah yang saat ini terus dikembangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memperluas areal pertanian produktif.

Dengan pola kerja yang lebih terorganisasi dan dukungan peralatan modern, Brigade Pangan diharapkan mampu mempercepat pengelolaan lahan baru serta meningkatkan efisiensi dalam proses budidaya tanaman pangan.

“Brigade Pangan akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung pengembangan lahan pertanian baru sehingga perluasan areal tanam dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” katanya.

Fahmi menjelaskan, salah satu keunggulan program ini adalah penerapan mekanisasi dan teknologi modern dalam setiap tahapan budidaya pertanian. Sejumlah brigade bahkan telah memanfaatkan drone untuk berbagai kebutuhan operasional di lapangan.

Teknologi tersebut digunakan untuk penebaran benih, pemupukan, penyemprotan pestisida, hingga pemantauan kondisi lahan secara lebih efektif dan presisi.

“Dengan menggunakan mekanisasi, bahkan pembenihan sudah memanfaatkan drone. Demikian pula untuk pemupukan, penyemprotan pestisida, hingga pemantauan lahan. Ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” jelasnya.

Menurut Fahmi, modernisasi pertanian menjadi langkah penting untuk mengubah persepsi bahwa bertani identik dengan pekerjaan konvensional yang berat. Sebaliknya, sektor pertanian kini menawarkan peluang yang lebih inovatif dengan dukungan teknologi digital dan peralatan modern.

Selain meningkatkan efisiensi kerja, pemanfaatan teknologi juga diyakini mampu mendongkrak produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sehingga berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap kehadiran Brigade Pangan dapat menjadi motor penggerak pembangunan pertanian yang lebih maju sekaligus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.

Dengan keterlibatan generasi muda dan dukungan teknologi modern, sektor pertanian diharapkan semakin kompetitif, produktif, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan di masa depan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }