Wamendikdasmen Serap Aspirasi Guru dan Kepala Sekolah dalam Diskusi Pendidikan di Samarinda

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
4 Jul 2026 21:01
2 menit membaca

SAMARINDA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Kalimantan Timur pada 2–3 Juli 2026. Dalam rangkaian agenda tersebut, Fajar mengikuti Diskusi Panel Pendidikan di Samarinda serta meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Balikpapan.

Menurutnya, berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan komunikasi yang terbuka, koordinasi yang kuat, dan kerja sama lintas sektor agar kebijakan pendidikan yang dirancang pemerintah pusat dapat berjalan efektif hingga ke daerah.

“Kemajuan pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri. Dibutuhkan komunikasi yang terbuka, koordinasi yang kuat, dan kolaborasi lintas sektor agar setiap kebijakan yang dirancang di tingkat pusat dapat diterapkan secara efektif di daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi yang baik antara seluruh elemen pendidikan menjadi kunci untuk menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga relevan dengan kebutuhan peserta didik di berbagai daerah.

Diskusi panel yang berlangsung di Samarinda tersebut menjadi wadah bertemunya berbagai unsur pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas, akademisi, hingga pemangku kepentingan lainnya. Dalam sesi dialog yang berlangsung dinamis, peserta menyampaikan berbagai aspirasi, pengalaman, serta tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran.

Beragam masukan yang muncul dalam forum tersebut dinilai penting sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan pendidikan agar lebih responsif terhadap kondisi nyata di lapangan.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (2/7/2026) itu dipandu oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur, Wiwik Setiawati. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi yang memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung transformasi pendidikan.

Melalui kunjungan kerja ini, pemerintah berharap tercipta koordinasi yang semakin erat di antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan, sehingga berbagai persoalan yang masih dihadapi dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Dengan kolaborasi yang kuat, upaya mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global diharapkan dapat terwujud secara lebih optimal. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }