Upacara Penurunan Bendera di Nusantara Berlangsung Khidmat, Basuki: Bukan Sekadar Seremoni

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
18 Agu 2026 16:24
3 menit membaca

NUSANTARA — Di tengah suasana senja, Sang Merah Putih perlahan diturunkan dari tiang bendera. Prosesi tersebut menandai berakhirnya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (17/8/2026) sore.

Upacara penurunan bendera berlangsung khidmat dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bertindak sebagai inspektur upacara.

Prosesi dipimpin Komandan Upacara Kasi Intel Grup 4 Kopassus Kolonel Inf. Syaiful Arif, didampingi Perwira Upacara Kolonel Ctm. Joni Kuswaryanto, S.H., M.H.

Sementara itu, tugas penurunan Sang Merah Putih dipercayakan kepada Paskibra gabungan purna Paskibraka Kabupaten Kutai Kartanegara dan SMA Taruna Nusantara.

Tiga petugas yang menjalankan tugas pengibar bendera masing-masing Noval Widiya Prasetya dari SMK Tunas Etam Tenggarong Seberang, Al Fatih Pasha Nurkolik dari SMA 1 Tenggarong, serta Frasmana Padilah dari SMK 1 Sebulu.

Adapun pembawa baki dipercayakan kepada Nazifa Ramadhani Mulawarman dari SMAN 1 Kota Bangun.

Seluruh rangkaian berlangsung lancar. Lagu kebangsaan Indonesia Raya mengiringi prosesi hingga Sang Merah Putih kembali ke tempat penyimpanan.

Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Kepala KUA Sepaku, H. Abdul Rahman, S.Ag.

Basuki: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni

Usai upacara, Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Nusantara.

Menurutnya, kemeriahan peringatan kemerdekaan di IKN tidak semata-mata ditujukan untuk menjalankan agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan Nusantara.

“Penyelenggaraan rangkaian kegiatan kemerdekaan di Nusantara ini terwujud berkat kerja sama yang baik serta dukungan dari para mitra dan masyarakat. Semua ini kita siapkan bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk memperkuat rasa kebersamaan dalam membangun ibu kota baru,” ujar Basuki.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah proses pembangunan IKN yang terus berlangsung. Nusantara tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai kawasan yang mengusung konsep pembangunan berkelanjutan dengan tetap mempertahankan karakter lingkungan dan budaya Kalimantan.

Tokoh Dayak Soroti Konsep Forest City

Dukungan terhadap perkembangan Nusantara turut disampaikan Tokoh Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, Prof Paulus Matius yang hadir dalam upacara tersebut.

Paulus menilai pembangunan IKN menunjukkan perkembangan yang konsisten dengan konsep kota hutan (forest city) sekaligus tetap membuka ruang bagi penguatan kearifan lokal.

Menurutnya, sejak awal perencanaan, pembangunan Nusantara perlu berjalan beriringan dengan ekosistem dan kebudayaan masyarakat Kalimantan.

“Sejak tahap perencanaan, kita mendorong agar IKN dibangun berlandaskan ekosistem dan budaya Kalimantan yang diperkuat oleh kebudayaan Nusantara,” kata Paulus.

Ia menilai keberadaan tanaman asli daerah dan penguatan budaya lokal dapat menjadi modal penting untuk menjadikan Nusantara sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki daya tarik hingga tingkat internasional.

“Sebagai kota hutan (forest city), penghijauan dengan jenis tanaman asli daerah serta penguatan budaya lokal akan menjadikan Nusantara magnet wisata budaya yang kuat di tingkat internasional,” ujarnya.

Sebelum Bendera Diturunkan, Seni Nusantara Meriahkan Lapangan

Nuansa kemerdekaan di Nusantara tidak hanya hadir melalui upacara. Sebelum prosesi penurunan bendera dimulai, masyarakat dan tamu undangan terlebih dahulu disuguhi pertunjukan bertajuk Kesenian Rakyat Dalam Kebersamaan Kemerdekaan.

Pementasan tersebut menghadirkan beragam ekspresi seni dan budaya, mulai dari Nusantara Voice, Tarian dan Drama Kolosal Taruna Nusantara, hingga Tarian Kolosal yang dibina Kedeputian Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN.

Pertunjukan itu menjadi gambaran keberagaman budaya yang ingin terus dihidupkan dalam pembangunan Nusantara.

Peringatan HUT ke-81 RI di IKN akhirnya ditutup dengan penurunan Sang Merah Putih. Namun, semangat yang dibawa dari rangkaian peringatan tersebut diharapkan tidak ikut berhenti ketika bendera diturunkan.

Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat persatuan, membangun kebersamaan, serta melibatkan masyarakat dalam perjalanan pembangunan Nusantara sebagai ibu kota baru Indonesia. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }