Longsor Poros Samarinda–Tenggarong, Jalan Ditutup Total dan Lalu Lintas Dialihkan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
18 Agu 2026 18:08
3 menit membaca

TENGGARONG — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat menangani longsor yang terjadi di jalan poros Samarinda–Tenggarong, tepatnya di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor antara Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim.

Plt Kepala Dinas PUPR Kaltim, Irhamsyah, mengatakan langkah tanggap darurat telah dilakukan sejak peninjauan lokasi pada Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, pergerakan tanah di kawasan Yos Sudarso, Jembayan, membutuhkan penanganan terintegrasi karena berpotensi membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.

Sebagai langkah antisipasi, akses jalan poros tersebut untuk sementara ditutup total bagi kendaraan roda empat atau lebih.

“Keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar adalah prioritas utama kami. Untuk sementara, jalan poros ditutup total bagi kendaraan roda empat atau lebih, dan hanya diperbolehkan terbatas bagi kendaraan roda dua serta warga lokal yang menuju huniannya,” jelas Irhamsyah.

Arus Kendaraan Dialihkan

Untuk menjaga mobilitas masyarakat, Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Kutai Kartanegara dan Polsek Loa Kulu telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif.

Kendaraan dari Loa Janan menuju Tenggarong diarahkan masuk melalui Gang Pandawa dan keluar melalui Gang Lere.

Sementara kendaraan dari Tenggarong menuju Samarinda diarahkan melalui Gang Kenanga dan keluar di Gang Pama.

Pemerintah juga tengah mengkaji jalur alternatif yang lebih representatif untuk digunakan masyarakat. Kajian tersebut ditargetkan rampung dan disepakati bersama warga dalam waktu tiga hari.

Kajian diperlukan untuk memastikan jalur alternatif mampu menahan beban kendaraan, khususnya terkait tonase, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru.

Penanganan Jangka Panjang Masih Dikaji

Irhamsyah menjelaskan, jalan yang terdampak longsor berstatus jalan nasional. Karena itu, penanganan teknis membutuhkan koordinasi dengan BBPJN Kaltim dan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

“Pemkab Kukar sudah menyiapkan Laporan Kejadian Bencana dan Dokumen Kondisi Lapangan. BBPJN Kaltim saat ini sedang berkoordinasi langsung dengan pusat untuk memutuskan apakah penanganan dilakukan secara darurat terlebih dahulu atau langsung bersifat permanen,” ujarnya.

Keputusan tersebut akan menentukan langkah selanjutnya, termasuk metode perbaikan badan jalan dan penanganan pergerakan tanah di kawasan terdampak.

Dampak Longsor Tak Hanya Jalan

Penanganan longsor Jembayan tidak hanya difokuskan pada badan jalan. Sejumlah instansi turut dilibatkan untuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat.

PDAM melakukan perbaikan sekaligus memindahkan jaringan pipa air minum ke lokasi yang dinilai lebih aman.

Sementara Dinas Perkim Kukar melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak serta menyiapkan langkah rehabilitasi.

Adapun BPBD Kukar disiagakan untuk mendirikan posko evakuasi sementara apabila pergerakan tanah meluas dan mengancam permukiman warga.

Seluruh perkembangan penanganan longsor terus dimonitor dan dievaluasi secara berkala oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama tim gabungan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Pemerintah memastikan langkah penanganan akan terus dilakukan untuk meminimalkan risiko bagi masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan akses transportasi di jalur Samarinda–Tenggarong. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }