
BALIKPAPAN — Sebuah doa yang dipanjatkan lebih dari satu dekade lalu akhirnya terwujud.
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono meresmikan 62 rumah dinas prajurit di tiga kawasan asrama di Balikpapan, Selasa (18/8/2026).
Peresmian yang berlangsung di Asrama Sentosa itu menjadi bagian dari upaya Kodam VI/Mulawarman meningkatkan kualitas hunian bagi prajurit, PNS, serta keluarga mereka.
Sebanyak 62 rumah dinas tipe K-45 yang direnovasi tersebut terdiri atas 28 unit di Asrama Sentosa, 20 unit di Asrama Sepinggan, dan 14 unit di Asrama Tanjungpura II.
Namun, bagi Krido, peresmian itu memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar pembangunan fisik.
Di balik rumah-rumah yang kini terlihat lebih layak tersebut, tersimpan cerita lama ketika dirinya masih menjadi perwira yang bertugas di lingkungan Kodam VI/Mulawarman.
Pernah Tinggal di Rumah Kayu
Krido pertama kali bertugas di Kodam VI/Mulawarman pada 2011 sebagai Perwira Pembantu Madya (Pabandya).
Saat itu, ia menempati salah satu rumah dinas dengan kondisi yang jauh dari nyaman. Dinding rumah masih terbuat dari kayu, atapnya seng, sejumlah bagian mengalami kebocoran, bahkan instalasi listriknya bermasalah.
“Saat saya masuk di sini tahun 2011 sebagai Pabandya, kami menempati rumah yang masih dindingnya kayu, kemudian atapnya seng. Ada lubang dan ada yang bocor,” kenangnya.
Pengalaman yang paling membekas terjadi ketika dirinya hendak mandi pada suatu sore.
Bukannya mendapatkan ketenangan setelah melepas lelah, Krido justru dikejutkan dengan kehadiran seekor ular yang diduga kobra di dekat bak air.
“Begitu kita sudah buka baju, ular kobra sudah siap begini,” ujarnya sembari memperagakan posisi ular tersebut.
Krido akhirnya memilih tidak mengambil air dari bak dan menunggu hingga ular tersebut meninggalkan rumah.
Peristiwa itu kemudian membuatnya memanjatkan sebuah doa yang kala itu mungkin terdengar sederhana, tetapi bertahun-tahun kemudian justru menjadi kenyataan.
“Saya berdoa, ‘Ya Allah apabila mungkin saya jadi pemimpin di sini, Insya Allah akan saya perbaiki rumah-rumah yang masih kayu, yang bocor, listriknya rusak, dan seterusnya.’ Alhamdulillah, sekarang bisa terwujud,” tutur Krido.
Doa yang Berbuah Program
Bertahun-tahun berselang, Krido kembali dipercaya memimpin Kodam VI/Mulawarman.
Ketika kembali melihat sejumlah kompleks perumahan prajurit, kondisi yang pernah dialaminya ternyata masih ditemukan di beberapa lokasi.
Ia pun langsung mendorong program perbaikan dan pembangunan hunian secara bertahap.
“Begitu saya masuk sini, pagi-pagi setelah salat, saya langsung keliling di kompleks perumahan yang masih kayu, seng, listriknya rusak. Saya langsung buat program untuk kemudian direnovasi dan dibangun,” katanya.
Bagi Krido, perbaikan rumah dinas bukan sekadar mempercantik bangunan. Hunian yang aman dan nyaman merupakan bagian dari kesejahteraan prajurit.
Kondisi rumah yang layak, menurutnya, juga akan memberikan ketenangan bagi keluarga sehingga prajurit dapat menjalankan tugas dengan lebih optimal.
“Ketika kita menghadapi bahaya, menghadapi cemoohan orang, kita direndahkan, berdoalah setinggi-tingginya. Insya Allah diijabah oleh Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Renovasi Belum Berhenti
Krido menegaskan, program perbaikan hunian prajurit tidak berhenti pada 62 unit yang baru diresmikan.
Kodam VI/Mulawarman masih melanjutkan pembangunan dan renovasi rumah dinas secara bertahap.
Pada tahap berikutnya, terdapat 20 unit rumah dinas tipe K-45 yang kembali dikerjakan. Selain itu, Kodam juga merencanakan pembangunan 32 rumah baru di kawasan Sepinggan dan Tanjungpura.
Jumlah kebutuhan hunian yang harus dibenahi sebenarnya masih jauh lebih besar.
Krido menyebut masih terdapat sekitar 300 rumah yang membutuhkan perhatian.
“Mudah-mudahan semuanya bisa. Memang ada sekitar 300-an, tapi apa yang tidak mungkin ketika Allah memberikan rezeki yang banyak buat kita. Insya Allah bisa terwujud,” katanya.
Prajurit Diminta Rawat Rumah
Di balik pembangunan tersebut, Krido juga mengingatkan para penerima manfaat agar tidak hanya menikmati hasil renovasi, tetapi turut menjaga dan merawatnya.
Kebersihan, keindahan, serta kondisi bangunan harus dipertahankan agar rumah yang telah diperbaiki dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Harapan kami, mereka merawat, menjaga kebersihan, menjaga keindahan, dan seterusnya. Rumah yang mereka tempati sudah terlihat baik dan bagus sehingga memberikan motivasi dan semangat tersendiri,” ujarnya.
Krido menegaskan peningkatan kesejahteraan prajurit dan PNS Kodam VI/Mulawarman akan terus menjadi perhatian sesuai kemampuan dan dukungan yang tersedia.
“Insya Allah, dengan rezeki yang dipercayakan pada kita, kita akan terus bangun, kita terus perbaiki untuk prajurit dan PNS Kodam VI/Mulawarman,” pungkasnya.
Kini, 62 keluarga prajurit menempati hunian yang lebih layak. Bagi Krido, deretan rumah tersebut bukan hanya bangunan yang selesai direnovasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa sebuah doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh dapat menemukan jalannya untuk menjadi kenyataan. (*)
Tidak ada komentar