Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur tiba di Kampung Bungas, Balikpapan, saat melakukan verifikasi lapangan lomba PKK tingkat Provinsi Kaltim, Sabtu (13/6/2026).BALIKPAPAN – Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur memberikan apresiasi terhadap berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan di Kota Balikpapan. Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah Kampung Bungas di Kelurahan Gunung Sari Ilir yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.
Penilaian tersebut disampaikan saat Tim Verifikasi Lomba PKK Tingkat Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan lapangan selama dua hari, 13-14 Juni 2026. Kegiatan dipimpin Sekretaris Umum TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Hj Syarifah Asmawati, bersama jajaran tim penilai.
Dalam kunjungannya, tim meninjau sejumlah program unggulan PKK Kota Balikpapan, di antaranya Aku Hatinya PKK di Kampung Bungas, program Lingkungan Bersih dan Sehat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (LBS PHBS) di Kelurahan Gunung Bahagia, Galeri Pelangi di Balikpapan Utara, serta program Jaringan Warga Sadar Bahaya Narkoba (Jarwasnaba) di Balikpapan Barat.
Asmawati mengatakan, hampir seluruh lokasi yang dikunjungi menunjukkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menjalankan program pemberdayaan secara berkelanjutan.
Menurutnya, Kampung Bungas menjadi salah satu contoh keberhasilan kolaborasi warga dalam mengubah kawasan permukiman menjadi lingkungan yang tertata, bersih, dan memiliki nilai edukasi maupun wisata.
“Kampung Bungas memiliki potensi yang sangat baik untuk terus dikembangkan. Partisipasi masyarakat terlihat kuat dan menjadi modal penting untuk menjadikannya sebagai destinasi wisata berbasis komunitas,” ujarnya.
Selain menilai kondisi lingkungan, tim verifikasi juga melihat berbagai inovasi ekonomi masyarakat. Di Kelurahan Karang Joang, misalnya, warga mengembangkan beragam produk olahan berbahan dasar singkong yang dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendukung ekonomi keluarga.
Perhatian tim juga tertuju pada program Jarwasnaba yang melibatkan Dasawisma dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Program tersebut dinilai efektif karena melibatkan generasi muda sebagai agen edukasi di lingkungan masing-masing.
“Program ini menarik karena tidak hanya melibatkan orang tua, tetapi juga generasi muda dalam memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba,” kata Asmawati.
Di sisi kelembagaan, TP PKK Provinsi Kalimantan Timur memberikan penilaian positif terhadap tata kelola administrasi TP PKK Kota Balikpapan. Seluruh dokumen dan laporan kegiatan dinilai tersusun rapi serta memenuhi indikator penilaian yang telah ditetapkan.
Meski demikian, tim verifikasi berharap berbagai capaian tersebut tidak membuat seluruh pihak berpuas diri. Inovasi dan kolaborasi masyarakat dinilai perlu terus dikembangkan agar manfaat program PKK semakin dirasakan masyarakat luas.
“Kami berharap apa yang sudah dilakukan Balikpapan dapat terus ditingkatkan dan menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Timur,” tutup Asmawati.(*)
Tidak ada komentar