Anggota DPRD Bontang, Winardi saat ditemui awak media.BONTANG – Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, menilai penanganan balap liar tidak cukup hanya melalui penertiban dan penegakan hukum. Menurutnya, perlu ada langkah pembinaan dengan menyediakan ruang yang aman, bagi generasi muda yang memiliki minat di dunia balap motor.
Winardi mengatakan kegiatan balap maupun latihan harus dilaksanakan dengan memperhatikan standar keselamatan yang memadai. Penggunaan perlengkapan keamanan dinilai menjadi hal yang tidak boleh diabaikan, untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
“Kalau ada kegiatan balap atau latihan, harus dilakukan dengan standar keselamatan yang memadai. Jangan sampai anak-anak balapan tanpa perlengkapan yang layak karena resikonya sangat besar,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Ia menilai penyediaan fasilitas atau wadah bagi para pembalap muda, dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan maraknya aksi balap liar di jalan raya. Dengan adanya kegiatan resmi dan terorganisasi, para penghobi balap dapat menyalurkan hobi sekaligus mengasah kemampuan mereka tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Keberadaan sarana yang memadai juga dapat membuka peluang, bagi anak muda untuk mengembangkan bakat di bidang otomotif secara lebih positif dan berprestasi,” tambahnya.
Selain itu, Winardi menegaskan bahwa penanganan balap liar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, komunitas otomotif, hingga orang tua dinilai memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan terhadap generasi muda.
Ia berharap terjalin kolaborasi yang lebih kuat antar pemangku kepentingan, agar upaya pencegahan balap liar tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga memberikan alternatif kegiatan yang aman dan bermanfaat bagi anak-anak muda di Kota Bontang.
Tidak ada komentar