
BALIKPAPAN – Ratusan prajurit Satgas Yonif 613/Raja Alam yang telah menyelesaikan Operasi Pengamanan Perbatasan RI–Papua Nugini (PNG) Mobile periode 2025–2026 resmi kembali ke markas. Kepulangan mereka disambut langsung Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Krido Pramono, dalam upacara penyambutan di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (22/7/2026).
Sebanyak sekitar 340 personel kembali dari daerah penugasan dalam kondisi lengkap dan aman. Pangdam menyampaikan apresiasi serta penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para prajurit selama menjalankan tugas negara di wilayah Papua yang memiliki tantangan dan kompleksitas tinggi.
“Atas nama keluarga besar Kodam VI/Mulawarman, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 613/Raja Alam. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, semangat juang, serta pengabdian tulus yang telah diberikan selama melaksanakan tugas negara,” ujar Mayjen TNI Krido Pramono.
Selama menjalankan operasi, Satgas Yonif 613/Raja Alam mencatat sejumlah keberhasilan strategis. Beberapa di antaranya adalah penguasaan kembali sejumlah titik penting di wilayah Papua, seperti Titik Yamo di Puncak Jaya, Titik Undu, Titik Purbalo, Titik Mewoluk di kawasan Yambi–Mewoluk, hingga operasi pembersihan di Kampung Lolok, Ilamburawi.
Menurut Pangdam, capaian tersebut menjadi bukti nyata profesionalisme dan kesiapan prajurit dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
“Keberhasilan yang telah dicapai merupakan bukti nyata komitmen prajurit dalam menjaga keutuhan NKRI serta memberikan perlindungan kepada masyarakat,” katanya.
Namun, keberhasilan yang paling menonjol menurut Krido bukan hanya dari sisi operasi militer. Ia menilai pendekatan teritorial yang dilakukan para prajurit selama bertugas menjadi salah satu pencapaian penting yang patut diapresiasi.
Melalui berbagai kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat, Satgas Yonif 613/Raja Alam berhasil membangun hubungan yang harmonis dengan warga setempat. Pendekatan tersebut bahkan mendorong lima anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XXVIII Yambi-Mewoluk menyatakan ikrar kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Mereka mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Dengan pendekatan yang humanis dan persuasif, ada yang secara sadar menyatakan kembali kesetiaannya kepada NKRI. Ini merupakan capaian yang luar biasa,” ungkapnya.
Selama penugasan, para prajurit aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari membantu sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, karya bakti, pembangunan fasilitas umum, hingga menjalin komunikasi dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Pangdam menyebut pendekatan tersebut berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran TNI di wilayah penugasan.
“Respons masyarakat sangat positif. Mereka merasa dekat dengan para prajurit. Bahkan sepanjang masa penugasan tidak terjadi kontak tembak. Ini menunjukkan mereka mampu menyatu dengan masyarakat sekaligus menjalankan tugas secara profesional,” jelasnya.
Meski memberikan apresiasi tinggi atas berbagai capaian tersebut, Krido mengingatkan seluruh personel untuk tidak cepat berpuas diri. Ia menegaskan bahwa setiap penugasan selalu diikuti dengan proses evaluasi dan pembinaan sebagai upaya meningkatkan kualitas satuan.
Setelah kembali ke markas, seluruh personel akan menjalani masa konsolidasi yang meliputi evaluasi operasi, pemeriksaan personel dan materiil, serta pembinaan satuan guna menjaga kesiapan menghadapi tugas-tugas berikutnya.
“Setiap penugasan pasti ada evaluasi yang harus dilakukan. Hasil evaluasi itu menjadi bahan pembelajaran agar satuan semakin siap menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.
Pangdam juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga para prajurit yang telah memberikan dukungan dan doa selama masa penugasan, sehingga seluruh personel dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan kembali dalam keadaan selamat.
Ia berharap keberhasilan Satgas Yonif 613/Raja Alam dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit TNI Angkatan Darat untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan kemampuan dalam menjalankan setiap tugas negara.
“Jadikan keberhasilan selama penugasan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan sebagai prajurit TNI Angkatan Darat yang responsif, adaptif, modern, integratif, serta dicintai masyarakat,” tegasnya.
Usai masa konsolidasi, Kodam VI/Mulawarman juga akan mempersiapkan rotasi penugasan berikutnya. Sejumlah satuan dijadwalkan kembali bertugas di Papua pada Agustus mendatang sebagai bagian dari keberlanjutan Operasi Pengamanan Perbatasan RI–Papua Nugini. (*)
Tidak ada komentar