

KUTAI TIMUR – Selama bertahun-tahun, musim hujan menjadi momok bagi warga Muara Ancalong, Kutai Timur. Jalan tanah sepanjang Kilometer 1 hingga Kilometer 4 selalu berubah menjadi genangan besar, membuat akses darat lumpuh total. Motor tak bisa lewat, mobil pun tak mungkin melintas. Banyak warga bahkan terpaksa menggunakan ketinting atau perahu hanya untuk menyebrangi jalur yang sejatinya adalah jalan raya.
Perlahan, kondisi itu mulai berbalik. Peningkatan badan jalan kini dikebut. Pemerintah Kecamatan Muara Ancalong bergerak bersama masyarakat, dengan dukungan sejumlah perusahaan yang ikut turun tangan. Semangat gotong royong menjadi motor penggerak agar jalan poros kembali dapat dilalui.
Camat Muara Ancalong, Muhammad Harun Rasyid, menyebut perbaikan jalan ini sudah sangat mendesak. Masyarakat terlalu sering terputus akses saat hujan tiba.
“Kalau musim hujan, masyarakat kami mau tidak mau harus naik perahu atau ketinting untuk melintas karena jalannya tergenang air,” ucap Harun.
Ruas tersebut merupakan nadi aktivitas warga. Selain sebagai jalur penghubung antardusun, itu juga akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Proses perbaikan jalan bukan tanpa hambatan. Kondisi cuaca yang tidak menentu dan keterbatasan alat berat sempat menghambat pekerjaan. Namun kolaborasi berbagai pihak membuat pekerjaan tetap berjalan. Dukungan perusahaan melalui program CSR pun sangat terasa — mulai dari penyediaan alat berat, dump truck, hingga material urukan tanah.
“Semua pihak bekerja sama—pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta,” jelas Harun.
Kini, progres pembangunan menunjukkan hasil menggembirakan. Perbaikan tinggal menyisakan sekitar satu kilometer. Jika tidak ada kendala besar, jalan poros diproyeksikan dapat digunakan kembali secara penuh sebelum puncak musim hujan tiba.
“Target kami, sebelum akhir tahun ini masyarakat sudah bisa menikmati hasil kerja keras bersama dan tidak lagi terisolasi saat banjir,” tegasnya.
Pemulihan akses jalan ini bukan hanya urusan mobilitas. Aktivitas ekonomi dipastikan ikut terdorong. Petani bisa lebih mudah menjual hasil panen, pergerakan barang dan kebutuhan pokok lebih lancar, dan waktu masyarakat tidak lagi habis karena terjebak kubangan.
“Jalan yang baik berarti pergerakan ekonomi juga lancar. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ucap Harun.
Dalam waktu dekat, Bupati Kutai Timur dijadwalkan turun meninjau progres pembangunan jalan. Pemerintah kecamatan berharap dukungan lintas pihak dapat terus diperkuat agar Muara Ancalong semakin maju dengan infrastruktur yang memadai.
“Kami berharap dukungan ini terus berlanjut agar Muara Ancalong semakin maju dan infrastrukturnya semakin kuat,” pungkasnya. (Adv)
Tidak ada komentar