Nelayan Bontang Kuala Hilang Saat Melaut, Perahu Ditemukan Tanpa Korban

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
15 Agu 2026 14:38
2 menit membaca

BONTANG – Seorang nelayan asal Bontang Kuala, Jainudin (30), dilaporkan hilang setelah pergi melaut untuk mencari ikan pada Kamis (13/8/2026) sore. Hingga Jumat malam (14/8/2026), keberadaan korban masih belum diketahui.

Kabar hilangnya Jainudin diketahui setelah korban tidak kunjung kembali ke rumah hingga Jumat siang. Biasanya, Jainudin sudah pulang pada pagi hari setelah melaut.

Anaknya, Muhammad Ramadan, kemudian mendatangi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang untuk meminta bantuan pencarian.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail, membenarkan laporan tersebut. Ia mengatakan, laporan diterima BPBD pada Jumat siang.

“Baru siang tadi dilaporkan. Berangkat mancing kemarin sore. Biasanya pagi sudah pulang, tapi sampai siang tadi belum ada,” ujar Ismail.

Perahu Ditemukan, Korban Belum Diketahui Keberadaannya

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD langsung melakukan pencarian dan penyisiran di wilayah perairan Bontang.

Namun, hingga pencarian hari pertama berakhir, petugas belum menemukan Jainudin.

Tim justru menemukan perahu milik korban beserta jaring yang digunakan untuk menangkap ikan. Sementara Jainudin tidak berada di sekitar perahu tersebut.

Temuan itu semakin menambah kekhawatiran keluarga karena korban diketahui biasa melaut seorang diri.

Pencarian kemudian dihentikan sementara karena hari mulai gelap dan jarak pandang di wilayah perairan semakin terbatas.

“Insyaallah, operasi pencarian dan penyisiran akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (15/8) esok,” ungkap Ismail.

Keluarga Kehilangan Kontak Sejak Kamis Sore

Muhammad Ramadan mengatakan, keluarganya terakhir kali berkomunikasi dengan Jainudin pada Kamis sekitar pukul 15.00 WITA.

“Sejak sore kemarin jam 3 sampai sekarang belum ada kabar,” kata Ramadan.

Keluarga bersama sejumlah pihak juga sempat melakukan pencarian secara mandiri dengan menyisir kawasan perairan.

Dalam pencarian tersebut, mereka menemukan perahu milik Jainudin. Namun, kondisi jaring yang sebagian terhambur serta hilangnya mesin perahu membuat keluarga semakin khawatir.

“Jaringnya ada sebagian terhambur, terus mesinnya hilang,” ungkap Ramadan.

Menurutnya, sang ayah memang terbiasa melaut seorang diri menggunakan jaring atau pukat untuk menangkap ikan.

“Dia menjaring atau pukat ikan sendirian,” tandasnya.

Operasi pencarian terhadap Jainudin akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (15/8/2026) dengan melibatkan tim terkait. Petugas akan melakukan penyisiran lebih luas untuk menemukan keberadaan nelayan tersebut. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }