
SAMARINDA – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Optimalisasi dilakukan melalui penguatan operasional seluruh posko siaga pengendalian karhutla yang tersebar di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat deteksi dini titik panas sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Pelaksana Tugas Kepala Dishut Kaltim Rusmadi mengatakan, keberadaan posko menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan dan penanganan karhutla di daerah.
“Kesiapsiagaan di setiap posko dalkarhutla yang tersebar di wilayah KPH terus kami perkuat untuk mendeteksi dini kemunculan titik panas agar tidak meluas menjadi titik api,” kata Rusmadi di Samarinda, Jumat.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan ikut menjaga kelestarian lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.
Rusmadi mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun meninggalkan sisa api di kawasan hutan.
“Kami sangat mengharapkan peran aktif masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, tidak meninggalkan bekas api di kawasan hutan, serta segera melaporkan indikasi kebakaran kepada petugas di posko terdekat,” ujarnya.
Kesiapsiagaan tersebut telah terlihat dalam penanganan sejumlah kejadian karhutla selama sepekan terakhir Agustus 2026.
Di Kabupaten Berau, Tim Pengendalian Karhutla UPTD KPHP Berau Utara bersama Manggala Agni, aparat kepolisian, mahasiswa Kehutanan Universitas Mulawarman dan masyarakat berhasil mengendalikan kebakaran di kawasan hutan produksi PT Puji HTI, Kampung Kasai, Kamis (13/8).
Kebakaran yang melanda area pasir dan gambut tersebut diperkirakan mencapai 8 hektare.
Sehari sebelumnya, Rabu (12/8), tim gabungan juga melakukan pemadaman di kawasan hutan produksi PT Puji HTI dan area penggunaan lain (APL) dengan luasan sekitar 5,7 hektare di wilayah yang sama.
Sementara itu, di Balikpapan Utara, petugas Pos Siaga Kilometer 23 bergerak cepat setelah menerima laporan warga pada Rabu malam. Tim berhasil memadamkan kebakaran seluas sekitar 1 hektare di kawasan APL Kilometer 24.
Lokasi kebakaran tersebut berada sekitar 200 meter dari batas Hutan Lindung Sungai Wain, sehingga penanganan cepat menjadi penting untuk mencegah api merembet ke kawasan hutan lindung.
Di Kabupaten Kutai Barat, Tim Brigade Karhutla UPTD KPHP Bongan bersama Regu Masyarakat Peduli Api (MPA) Kampung Deraya juga melakukan pemeriksaan lapangan dan pendinginan bara api di area kebakaran seluas sekitar 2 hektare di Kampung Lemper, Kecamatan Bongan, Selasa (11/8).
Dishut Kaltim terus memperkuat sistem pengendalian karhutla dengan melibatkan berbagai unsur hingga tingkat tapak.
Saat ini terdapat 20 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang berperan dalam pengawasan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, Dishut Kaltim mengerahkan 291 Brigade Pengendalian Karhutla dan 43 Satgas Pengendalian Karhutla, yang diperkuat oleh 5.814 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).
Keterlibatan masyarakat dinilai sangat penting karena mereka menjadi salah satu ujung tombak dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, khususnya di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap kondisi karhutla di Kaltim. Sebagai pembanding, luas area kebakaran hutan di Kalimantan Timur pada tahun sebelumnya tercatat mencapai 308,33 hektare.
Dengan meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau, Dishut Kaltim menekankan pentingnya pencegahan, deteksi dini, respons cepat, serta kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah juga berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap indikasi kebakaran agar api dapat ditangani sebelum meluas. (*)
Tidak ada komentar