PERMAHI Samarinda Dorong Mahasiswa Pahami Politik Hukum Sejak Dini lewat MAPERCA

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
9 Agu 2026 12:52
2 menit membaca

SAMARINDA – Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) DPC Samarinda terus mendorong lahirnya kader mahasiswa hukum yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, integritas, dan kepedulian terhadap persoalan hukum di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) yang digelar di Aula Disporapar Kota Samarinda, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang awal bagi calon anggota untuk mengenal lebih jauh organisasi sekaligus membangun pola pikir kritis sebagai mahasiswa hukum. Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam pembekalan adalah politik hukum.

Panitia menghadirkan Dr. (c) Agus Amri, Ketua DPC PERADI SAI Balikpapan, sebagai pemateri dengan tema “Politik Hukum”.

Dalam pemaparannya, Agus menjelaskan bahwa politik hukum tidak dapat dilepaskan dari arah kebijakan negara dalam membentuk, menerapkan, serta mengembangkan sistem hukum.

Menurutnya, pemahaman terhadap politik hukum penting bagi mahasiswa karena hukum tidak hanya berbicara mengenai aturan tertulis, tetapi juga berkaitan erat dengan proses kebijakan yang menentukan arah kehidupan bernegara.

Mahasiswa hukum, kata dia, perlu memahami hubungan antara hukum, politik, dan kebijakan publik agar mampu melihat persoalan hukum secara lebih komprehensif.

“Mahasiswa hukum tidak cukup hanya memahami norma dan peraturan perundang-undangan. Mereka juga harus mampu membaca bagaimana hukum dibentuk, diterapkan, dan dikembangkan dalam konteks kebijakan negara,” demikian garis besar materi yang disampaikan Agus.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa hukum menjadi pribadi yang mampu berpikir kritis dan objektif dalam melihat berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat.

Lebih dari itu, mahasiswa juga didorong mengambil peran sebagai agen perubahan (agent of change) kontrol sosial (social control), sekaligus insan akademis yang ikut berkontribusi dalam pembangunan hukum nasional.

Ketua Panitia MAPERCA mengatakan, materi politik hukum sengaja ditempatkan sebagai salah satu pembekalan penting karena calon anggota perlu memiliki fondasi berpikir yang kuat sejak awal bergabung dengan organisasi.

Menurutnya, pemahaman tersebut akan membantu peserta memahami proses pembentukan peraturan perundang-undangan sekaligus membaca dinamika kebijakan publik yang terus berkembang.

Melalui MAPERCA, PERMAHI DPC Samarinda berharap proses kaderisasi tidak berhenti pada pengenalan organisasi semata. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk membangun karakter calon anggota yang memiliki kapasitas intelektual, integritas, dan kepedulian terhadap persoalan sosial.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa hukum diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mengawal supremasi hukum dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan di tengah masyarakat.

MAPERCA pun menjadi bagian dari upaya PERMAHI Samarinda menyiapkan generasi muda hukum yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk berpikir kritis, bersikap independen, dan berkontribusi dalam pembangunan hukum Indonesia. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }