Selasa, 14 Apr 2026

Mengenang Memori Indah PKT Bontang; Bintang Besar Sepak Bola Nasional dari Bukit Tursina

Suriadi Said
10 Apr 2021 15:58
5 menit membaca

BONTANG – Jauh sebelum kompetisi profesional bergulir, Kalimantan punya klub jebolan kompetisi Galatama yang sangat ditakuti di kancah sepak bola Indonesia, yakni PKT Bontang. Punya kapasitas membuat kejutan dan melahirkan pemain berkualitas di Tanah Air membuat klub yang dijuluki Laskar Bukit Tursina ini begitu ditakuti lawan pada masanya.

Sejarah panjang klub ini dimulai pada medio akhir tahun 70-an, tepatnya pada era kompetisi sepak bola semi-profesional Galatama dan amatir bergulir. Mereka perlahan menjadi klub mandiri yang memiliki neraca keuangan stabil lantaran disokong perusahaan besar Pupuk kalimantan Timur, berbeda dengan beberapa klub Galatama yang mesti gulung tikar seperti, Warna Agung sampai Krama Yudha Tiga Berlian.

Geliat PKT Bontang mulai terlihat pada saat kompetisi Galatama 1989/1990. Mereka tampil sangat baik dalam ajang tersebut dan berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat tiga. Setelah itu, Mereka berturut-turut selalu masuk final pada dua edisi selanjutnya. Hanya saja, tak sekali pun gelar berhasil mereka raih dalam kurun waktu itu dan harus puas sebagai runner up.

Pada musim perdana peleburan kompetisi Perserikatan dan Galatama atau Liga Indonesia 1994/1995 PKT kembali membuat kejutan hingga melangkah ke babak delapan besar. Hanya saja, langkah mereka terhenti pada babak semifinal usai takluk dari seterunya Petrokimia Putra dalam kompetisi yang saat itu dimenangkan oleh Persib.

Puncaknya, kejutan kembali dilakukan PKT saat Liga Indonesia musim 1999/2000. Mereka hampir membuat sejarah dengan menjadi kampiun andai tak kalah dari PSM 3-2 pada babak final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu.

Usai itu, perlahan prestasi PKT terus menurun. Pada 2009 tim sudah tak disokong lagi Pupuk Kalimantan Timur dan berganti nama jadi Bontang FC hingga menghadapi kesulitan keuangan. Puncaknya, mereka dijatuhi sanksi degradasi ke kompetisi kasta ketiga usai pemain dan ofisial diduga terlibat pengaturan skor.

Terlepas dari itu, ledakan PKT dalam mengejutkan kompetisi sepak bola Tanah Air tak lepas dari peran para pemainnya yang cukup baik. Mereka juga acap kali mengorbitkan pemain muda berkualitas. Hal itu tak lepas dari kehadiran Diklat Mandau, akademi yang terus menyortir pemain muda Kalimantan. Lalu siapa saja pemain-pemain hebat yang membuat nama Bontang PKT sangat disegani?

1. Fakhri Husaini

Fakhri Husaini (9) (Instagram/@coachfakhri).

Tak salah jika PKT selalu diidentikan dengan nama Fakhri Husaini. Sebab, klub tersebut yang berhasil mengorbitkan namanya hingga menjadi pemain Timnas Indonesia. Menimba ilmu di Diklat Mandau, Fakhri akhirnya bisa sukses meraih prestasi gemilang bersama klub dan Timnas Indonesia.

Yang tak bisa dilupakan adalah penampilan gemilangnya saat membawa PKT tampil pada babak final Liga Indonesia jelang era milenium. Masa itu bisa dibilang jadi prestasi gemilang yang berhasil dipersembahkan oleh mantan pelatih Timnas U-16 dan U-19 ini bagi klubnya itu.

2. Sumardi

Sumardi kiper PKT. (Instagram/@iwan_ismantono).

Sumardi merupakan pemain yang layak disebut sebagai legenda PKT. Dia adalah pemain yang sangat setia bagi klub tersebut. Jam terbangnya yang tangguh sempat membawa PKT tampil trengginas pada medio 1990-2000. Hal itu pula yang mengantarkan namanya bisa memperkuat Timnas Indonesia pada masa itu.

Pemain yang punya ciri khas rambut kuncir ini justru semakin matang pada usia senja. Sempat hengkang ke Deltras, Persisam Putra, hingga kembali ke Bontang FC, Sumardi akhirnya gantung sepatu pada usia 41 tahun di Mitra Kukar.

3. Djet Donal La’ala

Djet Donal La’ala (kanan). (Instagram/@timnaslegend).

Djet Donald La’ala merupakan pemain kelahiran Binggai, Sulwasi Tenggara. Namun, bakat sepak bolanya tak diasah di kampung halaman, melainkan di Kota Palu bersama Persipal. Sukses menimba ilmu dengan klub tersebut, namanya mulai terendus dan direkrut PKT.

Perjudian mendatangkan Djet Donald ternyata berbuah hasil. Penampilan lugas pemain yang berposisi sebagai bek itu membuat PKT tampil kuat. Berkolaborasi dengan Fakhri, Djet Donald mampu membawa PKT menjadi runner up Liga Indonesia pada edisi 1999/2000.

Berbekal penampilan mengilap bersama PKT, Djet Donald akhirnya direkrut PSM dan setelah itu terus melanglang buana hingga berseragam Persija. Namun, baru pada usia 33 tahun dirinya baru bisa dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia.

4. Marthen Tao

Marthen Tao (10) paling kiri berdiri saat membela PKT Bontang Liga Indonesia Tahun 2000/2001

Marthen Tao merupakan pria kelahiran Sorong, 4 Maret 1979. Dibekali kemampuan dan skill yang dimiliki khas anak Papua, namanya diorbitkan bukan dari tanah kelahirannya, karena PKT di bawah Syamsudin Umar-lah yang mampu membuat pemain lincah ini diperhitungkan di kancah sepak bola Indonesia.

Marthen tercatat sebagai pemain yang lahir pada masa keemasan PKT di medio 1999/2000. Usai memperkuat klub tersebut selama empat musim, Marthen mencoba peruntungan dengan pindah ke Arema.

5. Ponaryo Astaman

Ponaryo Astaman merupakan nama lainnya yang lahir dari Diklat Mandau. Dia pun masuk dalam skuat terbaik PKT bersama Marthen Tao, Djet Donald, hingga Fakhri Husaini. Pemain kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, 25 September 1979 itu menjelma menjadi salah satu legenda Timnas Indonesia.

Namanya mulai mencuat ketika membawa PKT Bontang menembus final Liga Indonesia 1999-2000. PKT memang gagal juara. Tapi, berkat penampilannya sebagai penopang eks kapten Timnas Indonesia, Fakhri Husaini, di lini tengah, Ponaryo dipanggil memperkuat Timnas Indonesia U-23 untuk Sea Games 2001 di Malaysia.

Dalam ajang itu, Timnas Indonesia U-23 berhasil menembus semifinal sebelum dikandaskan Thailand 1-2 lewat babak perpanjangan waktu. Seperti diketahui, Thailand akhirnya meraih medali emas setelah mengalahkan Malaysia 1-0 di laga final. Ponaryo beruntung sempat bermain satu tim dengan Fakhri pada awal karier profesionalnya.

“Bang Fakhri banyak memberi masukan kepada saya. Apalagi saat itu, statusnya adalah pemain sekaligus asisten pelatih. Saya banyak belajar darinya,” kata Ponaryo yang memulai petualangannya bermain di klub luar Kalimantan dengan menerima tawaran PSM Makassar pada 2003.

Momen yang paling tak bisa dilupakan oleh Ponaryo adalah ketika memperkuat Timnas Indonesia pada ajang Piala Asia 2004 silam. Pada masa itu pemain yang sempat berkarier di Malacca Telkom Malaysia berhasil mencetak gol cantik dan membawa Timnas Indonesia meraih kemenangan pertama pada ajang tersebut.

Nama-nama di atas adalah sebagian kecil deretan pemain top yang lahir dan besar di Bontang PKT. Kalian masih ada ingat nama-nama pemain lainnya? **

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

berita 128000726

berita 128000727

berita 128000728

berita 128000729

berita 128000730

berita 128000731

berita 128000732

berita 128000733

berita 128000734

berita 128000735

berita 128000736

berita 128000737

berita 128000738

berita 128000739

berita 128000740

berita 128000741

berita 128000742

berita 128000743

berita 128000744

berita 128000745

berita 128000746

berita 128000747

berita 128000748

berita 128000749

berita 128000750

berita 128000751

berita 128000752

berita 128000753

berita 128000754

berita 128000755

berita 128000756

berita 128000757

berita 128000758

berita 128000759

berita 128000760

berita 128000761

berita 128000762

berita 128000763

berita 128000764

berita 128000765

berita 128000766

berita 128000767

berita 128000768

berita 128000769

berita 128000770

artikel 128000821

artikel 128000822

artikel 128000823

artikel 128000824

artikel 128000825

artikel 128000826

artikel 128000827

artikel 128000828

artikel 128000829

artikel 128000830

artikel 128000831

artikel 128000832

artikel 128000833

artikel 128000834

artikel 128000835

artikel 128000836

artikel 128000837

artikel 128000838

artikel 128000839

artikel 128000840

artikel 128000841

artikel 128000842

artikel 128000843

artikel 128000844

artikel 128000845

artikel 128000846

artikel 128000847

artikel 128000848

artikel 128000849

artikel 128000850

artikel 128000851

artikel 128000852

artikel 128000853

artikel 128000854

artikel 128000855

artikel 128000856

artikel 128000857

artikel 128000858

artikel 128000859

artikel 128000860

artikel 128000861

artikel 128000862

artikel 128000863

artikel 128000864

artikel 128000865

story 138000816

story 138000817

story 138000818

story 138000819

story 138000820

story 138000821

story 138000822

story 138000823

story 138000824

story 138000825

story 138000826

story 138000827

story 138000828

story 138000829

story 138000830

story 138000831

story 138000832

story 138000833

story 138000834

story 138000835

story 138000836

story 138000837

story 138000838

story 138000839

story 138000840

story 138000841

story 138000842

story 138000843

story 138000844

story 138000845

story 138000846

story 138000847

story 138000848

story 138000849

story 138000850

story 138000851

story 138000852

story 138000853

story 138000854

story 138000855

story 138000856

story 138000857

story 138000858

story 138000859

story 138000860

story 138000861

story 138000862

story 138000863

story 138000864

story 138000865

story 138000866

story 138000867

story 138000868

story 138000869

story 138000870

story 138000871

story 138000872

story 138000873

story 138000874

story 138000875

journal-228000376

journal-228000377

journal-228000378

journal-228000379

journal-228000380

journal-228000381

journal-228000382

journal-228000383

journal-228000384

journal-228000385

journal-228000386

journal-228000387

journal-228000388

journal-228000389

journal-228000390

journal-228000391

journal-228000392

journal-228000393

journal-228000394

journal-228000395

journal-228000396

journal-228000397

journal-228000398

journal-228000399

journal-228000400

journal-228000401

journal-228000402

journal-228000403

journal-228000404

journal-228000405

journal-228000406

journal-228000407

journal-228000408

journal-228000409

journal-228000410

journal-228000411

journal-228000412

journal-228000413

journal-228000414

journal-228000415

journal-228000416

journal-228000417

journal-228000418

journal-228000419

journal-228000420

article 228000406

article 228000407

article 228000408

article 228000409

article 228000410

article 228000411

article 228000412

article 228000413

article 228000414

article 228000415

article 228000416

article 228000417

article 228000418

article 228000419

article 228000420

article 228000421

article 228000422

article 228000423

article 228000424

article 228000425

article 228000426

article 228000427

article 228000428

article 228000429

article 228000430

article 228000431

article 228000432

article 228000433

article 228000434

article 228000435

article 228000436

article 228000437

article 228000438

article 228000439

article 228000440

article 228000441

article 228000442

article 228000443

article 228000444

article 228000445

article 228000446

article 228000447

article 228000448

article 228000449

article 228000450

article 228000451

article 228000452

article 228000453

article 228000454

article 228000455

update 238000492

update 238000493

update 238000494

update 238000495

update 238000496

update 238000497

update 238000498

update 238000499

update 238000500

update 238000501

update 238000502

update 238000503

update 238000504

update 238000505

update 238000506

update 238000507

update 238000508

update 238000509

update 238000510

update 238000511

update 238000512

update 238000513

update 238000514

update 238000515

update 238000516

update 238000517

update 238000518

update 238000519

update 238000520

update 238000521

update 238000522

update 238000523

update 238000524

update 238000525

update 238000526

update 238000527

update 238000528

update 238000529

update 238000530

update 238000531

update 238000532

update 238000533

update 238000534

update 238000535

update 238000536

update 238000537

update 238000538

update 238000539

update 238000540

update 238000541

update 238000542

update 238000543

update 238000544

update 238000545

update 238000546

news-1701