General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya MahdarSamarinda – Musim libur sekolah tahun 2026 membawa dampak signifikan terhadap peningkatan mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur. Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mencatat lonjakan jumlah penumpang hingga 15 persen dibandingkan hari-hari normal.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan peningkatan pergerakan penumpang mulai terlihat sejak awal periode libur sekolah. Jika pada hari biasa jumlah penumpang berkisar antara 9.000 hingga 11.000 orang per hari, saat ini angka tersebut meningkat cukup tajam.
“Saat ini kita mencatat jumlah penumpang berkisar antara 9.000 hingga bahkan mencapai 15.000 orang per hari,” ujar Iwan, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan masa libur sekolah untuk bepergian, baik untuk keperluan wisata, kunjungan keluarga, maupun aktivitas lainnya.
Menghadapi lonjakan penumpang, manajemen Bandara Sepinggan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan operasional tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
Kesiapan tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, optimalisasi fasilitas pelayanan, hingga penerapan prosedur operasional yang telah disesuaikan dengan potensi peningkatan aktivitas selama musim liburan.
“Dalam kondisi libur panjang maupun tidak, kami selalu mengedepankan kesiapan dari sisi personel, fasilitas, maupun SOP. Semuanya sudah kami pastikan siap, termasuk prosedur penanganan apabila terjadi keterlambatan penerbangan,” jelasnya.
Menurut Iwan, kesiapan tersebut menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas pelayanan di tengah tingginya aktivitas penerbangan yang terjadi selama periode liburan.
Iwan menilai tingginya jumlah penumpang juga menunjukkan bahwa transportasi udara masih menjadi pilihan utama masyarakat Kalimantan Timur untuk melakukan perjalanan antardaerah maupun antarpulau.
Kondisi geografis Indonesia, khususnya Kalimantan, yang dipisahkan oleh wilayah perairan dan jarak tempuh yang cukup jauh membuat moda transportasi udara menjadi alternatif paling efisien dari sisi waktu dan aksesibilitas.
“Transportasi udara masih menjadi pilihan utama masyarakat karena mampu memberikan kemudahan dan kecepatan mobilitas, terutama untuk perjalanan antarpulau,” katanya.
Dengan tren peningkatan yang masih berlangsung, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan memperkirakan pergerakan penumpang akan tetap tinggi hingga berakhirnya masa libur sekolah.
Manajemen bandara mengimbau para calon penumpang untuk datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan guna menghindari antrean dan memastikan seluruh proses perjalanan berjalan lancar. (*)
Tidak ada komentar