Wali Kota Bontang Luncurkan SI-ODO, 108 Balita Dapat Satu Telur Setiap Hari

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
1 Sep 2026 20:14
3 menit membaca

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting hingga ke tingkat kelurahan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui peluncuran inovasi SI-ODO atau One Day One Egg dan Gerakan Peduli Kader di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Lurah Tanjung Laut Indah, Selasa (1/9/2026).

Program tersebut dirancang sebagai langkah kolaboratif untuk mempercepat penanganan stunting melalui intervensi gizi harian bagi balita. Pelaksanaannya mendapat dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pupuk Kalimantan Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bontang Selatan Ahmad Effa Yuliansyah, Lurah Tanjung Laut Indah Elis Biantoro, perwakilan Dinas Kesehatan, manajemen PT Pupuk Kalimantan Timur, jajaran Forum RT, kader Posyandu, serta sejumlah tamu undangan.

108 Balita Jadi Sasaran Awal

Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, mengatakan berdasarkan hasil operasi timbang serentak pada Juni 2026, tercatat sebanyak 153 balita mengalami stunting di wilayahnya.

Sebagai langkah penanganan, Kelurahan Tanjung Laut Indah kemudian menggagas inovasi SI-ODO melalui pemberian satu butir telur rebus setiap hari selama 30 hari berturut-turut.

“Program tahap awal ini menyasar 108 balita berdasarkan komitmen tertulis dari orang tua. Keberhasilan program didukung penuh oleh semangat Peduli Kader, di mana seluruh kader Posyandu melakukan pemantauan langsung yang diperkuat oleh keterlibatan pegawai Kelurahan Tanjung Laut Indah sebagai koordinator,” ujar Elis.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga melibatkan kader Posyandu dan unsur kelurahan dalam melakukan pemantauan terhadap perkembangan balita sasaran.

Setiap RT Didorong Jadi Orang Tua Asuh

Wali Kota Bontang memberikan apresiasi atas inovasi dan komitmen Kelurahan Tanjung Laut Indah dalam menangani persoalan stunting.

Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama di tingkat Rukun Tetangga (RT).

Dengan jumlah 33 RT dan sasaran balita yang dinilai masih dapat dipantau secara terukur, setiap RT bersama kader diharapkan mengambil peran aktif sebagai orang tua asuh bagi balita yang membutuhkan perhatian khusus.

“Dengan jumlah 33 RT dan sasaran balita yang relatif terukur, setiap RT bersama kader harus mengambil peran sebagai orang tua asuh. Program One Day One Egg dipilih karena telur merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dan efektif untuk pembentukan jaringan otak serta otot anak,” tegas Wali Kota.

Menurutnya, pendekatan langsung hingga ke tingkat lingkungan menjadi salah satu kunci agar intervensi penanganan stunting benar-benar menyentuh anak-anak yang menjadi sasaran program.

Stunting Bontang Ditargetkan Turun di Bawah 10 Persen

Wali Kota juga memaparkan perkembangan penanganan stunting di Kota Bontang.

Saat ini, prevalensi stunting di Bontang berada pada angka 14,03 persen, yang disebut berada di bawah rata-rata nasional.

Pemerintah Kota Bontang menargetkan angka tersebut dapat terus ditekan hingga berada pada level satu digit atau di bawah 10 persen.

Target tersebut akan ditempuh melalui penguatan sinergi lintas sektor, peningkatan pemenuhan gizi keluarga, pemantauan kesehatan remaja dan pasangan usia subur, serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Selain peluncuran SI-ODO dan Gerakan Peduli Kader, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan sejumlah bantuan kepada masyarakat.

Bantuan yang disalurkan meliputi beras Bulog, kompor gas, serta pemberian makanan tambahan berupa telur rebus kepada balita sasaran.

Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Kota Bontang optimistis upaya penanganan stunting dapat semakin terukur dan menyentuh langsung masyarakat.

Kelurahan Tanjung Laut Indah pun diharapkan mampu menjadi salah satu wilayah yang berhasil mempercepat penurunan angka stunting hingga menuju target bebas stunting pada akhir tahun mendatang. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }