Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin.
SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur mengadakan halalbihalal di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi bagi insan pers.
Panitia menghadirkan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, sebagai pembicara utama. Tema yang diangkat adalah jurnalisme kenabian.
Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menilai tema tersebut relevan dengan kondisi profesi wartawan saat ini. Ia menyebut dinamika informasi yang cepat menuntut jurnalis tetap berpegang pada nilai dasar.
“Jurnalisme tidak hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga kualitas dan tanggung jawab,” tegas Rahman.
Ia memilih Andi Harun sebagai pembicara karena dinilai memiliki pengalaman panjang di dunia politik dan interaksi intens dengan media.
Rahman menjelaskan konsep jurnalisme kenabian telah lama dikenal dalam kajian akademik. Pendekatan ini menekankan nilai kejujuran, tanggung jawab, kecerdasan, dan penyampaian informasi yang bijak.
“Nilai seperti jujur, amanah, komunikatif, dan cerdas menjadi landasan agar produk jurnalistik tetap faktual dan memberi manfaat,” ujarnya.
Tema ini diharapkan menjadi pengingat bagi wartawan untuk menerapkan empat nilai utama: sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Nilai tersebut dinilai relevan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap media.
Rahman menilai forum ini juga membuka ruang pertukaran perspektif antara pemerintah dan insan pers.
Ketua panitia, Sardiman, menjelaskan undangan kepada unsur pemerintah merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi. Panitia telah melakukan pertemuan awal dengan Wali Kota Samarinda pada awal April 2026.
“Momentum ini kami gunakan untuk memperkuat hubungan antarpilar demokrasi,” jelas Sardiman.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan pemahaman baru bagi wartawan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
PWI Kaltim mendorong insan pers tetap kritis, akurat, dan memberi dampak positif bagi masyarakat di tengah arus informasi yang terus berkembang. (RIL/DIAS)
Tidak ada komentar